BLORA, Lingkarjateng.id – Program cek kesehatan gratis (CKG) pada 2026 berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya. Tahun ini pelaksanaan melibatkan klinik yang bekerjasama dengan BPJS kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora, Edi Widayat mengatakan ada 16 klinik yang dilibatkan pada pelaksanaan CKG tahun ini.
Menurutnya, klinik di Kabupaten Blora banyak, namun yang bekerjasama dengan BPJS kesehatan hanya 16 dan banyak tersebar di kecamatan Blora dan Cepu.
“Pelaksana bukan hanya puskesmas namun juga klinik yang bekerjasama dengan BPJS, artinya juga melibatkan pihak swasta,” ujar Edi, Jumat, 20 Februari 2026.
Ia menyatakan, klinik tersebut memiliki kewajiban untuk menyelesaikan FKTP BPJS.
“Klinik kan wajib ada dokternya, dan dokter pelaksana,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan tetap ada sosialisasi ke masyarakat untuk mengikuti CKG. Mengingat tahun 2025, CKG di Kabupaten Blora hanya 68,8 persen.
“Tahun ini target dinaikan menjadi 80 persen,” sambung Edi.
Di samping itu, ia memastikan untuk program lainnya, seperti Spesialis Keliling (spelling) dari Pemerintah Provinsi tetap berlanjut di tengah efisiensi keuangan daerah.
“Namun pelaksanaannya masih menunggu petunjuk dari pemerintah provinsi,” katanya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Sekar S





























