SALATIGA, Lingkarjateng.id – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak mangkrak saat menghadiri talk show di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Senin, 26 Januari 2026.
Wapres Gibran juga menyebut IKN bukan kota hantu seperti yang kerap dinarasikan di ruang publik. Saat ini, kata dia, pemerintah tengah menjalankan proses pemindahan aktivitas pemerintahan ke IKN secara bertahap.
“Pembangunan terus berjalan. Sampai saat ini yang belum terbangun gedung kantor legislatif dan yudikatif. Pembangunan on the track,” ujarnya.
Gibran menjelaskan sejumlah gedung pemerintahan, khususnya kawasan eksekutif, telah rampung dan siap digunakan. Karena itu, pemindahan aparatur sipil negara (ASN) juga mulai dilakukan pada tahun ini.
“Pemindahan dilakukan bertahap karena saya lihat kantornya juga sudah mulai jadi. Tahun ini ada sekitar 4.000 ASN yang mulai dipindahkan ke IKN,” ungkapnya.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bukti bahwa proyek pembangunan IKN berjalan sesuai rencana dan timeline yang telah ditetapkan pemerintah. Fokus saat ini adalah penyelesaian kantor presiden, kementerian koordinator, serta kementerian dan lembaga eksekutif lainnya.
Setelah kawasan eksekutif, pemerintah akan melanjutkan pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif. Selain itu, fasilitas pendukung seperti sekolah menengah dan sarana publik juga terus dikebut untuk menunjang kehidupan di ibu kota baru.
Wapres Gibran menargetkan proses pemindahan pemerintahan pusat dapat rampung secara bertahap hingga 2028. Selanjutnya, pada 2029 dan seterusnya, aktivitas pemerintahan nasional diharapkan sudah berjalan efektif sepenuhnya di IKN.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak menilai IKN hanya dari pemberitaan di media sosial atau media online. Menurutnya, banyak keraguan muncul karena belum melihat langsung kondisi di lapangan.
“Kalau belum pernah ke IKN dan hanya membaca berita, wajar kalau masih ragu. Tapi kalau datang langsung, bisa merasakan sendiri progres dan suasananya,” katanya.
Pihaknya menegaskan bahwa pembangunan IKN telah melalui kajian yang matang dan tidak dilakukan secara tergesa-gesa. Pemerintah, lanjutnya, membutuhkan dukungan semua pihak agar pembangunan berjalan tepat waktu.
“Ini bukan proyek yang dipaksakan. Kajian lengkap sudah ada, progresnya sesuai rencana. Sekarang tinggal kita dukung bersama agar selesai tepat waktu,” tegasnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa
































