DEMAK, Lingkarjateng.id – Penerapan kebijakan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah setiap hari Jumat bagi aparatur sipil negara (ASN) mulai menuai respons dari pelaku usaha kecil di sekitar kawasan perkantoran di Kabupaten Demak. Para pedagang mengaku khawatir kebijakan tersebut akan berdampak pada penurunan pendapatan mereka, yang selama ini bergantung pada aktivitas para pegawai.
Seperti halnya Wiwik, seorang pedagang kantin di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Demak. Ia mengaku belum menerima informasi resmi terkait kebijakan tersebut. Namun, jika kebijakan tersebut diterapkan, dirinya sudah memperkirakan dampaknya yaitu penurunan pendapatan.
“Kalau memang diterapkan kebijakan WFH bagi ASN, ya pendapatan menurun. Tapi saya belum tahu, belum dapat info terbaru seperti apa,” ujar Wiwik saat ditemui di warung kantinnya, Rabu, 1 April 2026.
Selama ini, Wiwik bersama saudaranya sudah berjualan di kantin tersebut sekitar empat tahun. Kantinnya buka setiap hari kerja Senin-Jumat, mulai pukul 07.00 hingga 15.00 WIB atau mengikuti jam aktivitas pegawai. Saat akhir pekan libur, termasuk selama bulan puasa.
Ia mengungkapkan, pelanggannya didominasi ASN di lingkungan Setda, termasuk juga tamu-tamu yang datang ke kantor tersebut. Menu yang ditawarkan pun beragam, mulai dari soto, nasi pecel, sayur bening, hingga nasi tahu telur, dengan harga mulai dari Rp10.000.
“Sekarang ini penjualan seperti biasa. Kalau di sini rata-rata yang beli memang pegawai. Jadi kalau pegawai berkurang, ya pasti berpengaruh,” katanya.
Wiwik berjualan di kantin tersebut dengan sistem sewa tempat, dengan biaya sewa tempat sebesar Rp1,3 juta per tahun.
“Saya sewa disini. Sekarang Per tahun Rp1,3 juta. Kalau dulu per bulan di tahun-tahun pertama,” ujarnya.
Di sisi lain, saat ini, ia juga menghadapi kenaikan sejumlah harga bahan pokok yang turut memengaruhi harga jual makanan.
“Kalau bahan-bahan naik ya ikut naik. Karena memang dari sananya sudah naik,” tambahnya.
Hal serupa disampaikan Bu Lis, pemilik warung makan Bu Asih di kawasan RSUD Sunan Kalijaga. Meski pelanggannya berasal dari masyarakat umum, ASN tetap menjadi salah satu segmen penting bagi usahanya.
Ia mengaku, sudah membuka warung sejak tahun 2000. Jam buka mulai dari pukul 07.00 hingga sekitar 15.00 WIB atau enam hari dalam sepekan. Menu yang disajikan bervariasi, mulai dari nasi pecel, pecel lele, rames, lodeh, hingga mangut, dengan harga berkisar Rp10.000 hingga Rp22.000.
Bu Lis juga mengatakan bahwa pelanggannya masyarakat umum, kendati begitu banyak juga ASN yang memanfaatkan waktu makan siang untuk jajan di warungnya.
“Yang jajan dan makan disini masyarakat umum, tapi banyak juga ASN yang kalau istirahat makan disini. Ini kan deket dengan kantor-kantor dinas, deket juga dengan rumah sakit. Jadi banyak juga pegawai yang makan di sini,” jelasnya.
Menurut Bu Lis, kebijakan WFH memang belum berdampak langsung terhadap penjualannya saat ini. Namun, ia tidak menampik adanya potensi penurunan pendapatan jika kebijakan tersebut mulai berjalan.
“Kebijakan itu kan baru ya. Jadi belum terdampak. Kalau diberlakukan, pastinya berkurang. Karena banyak juga ASN yang makan di sini. Tetap berpengaruh,” ujarnya.
Meski demikian, ia berharap kebijakan tersebut tidak sampai berdampak signifikan terhadap usaha kecil seperti miliknya, yang telah ia jalankan selama lebih dari 20 tahun.
Diketahui, pemerintah pusat resmi menetapkan pemberlakuan kebijakan bekerja bekerja dari rumah atau WFH bagi ASN setiap hari Jumat mulai 1 April 2026.
Kebijakan itu diumumkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Hal ini dilakukan sebagai salah satu langkah dalam penghematan energi, termasuk BBM.
Kebijakan WFH hanya berlaku untuk sektor-sektor tertentu. Kelompok yang tidak ikut menerapkan kebijakan tersebut adalah sektor layanan publik seperti kesehatan, keamanan, kebersihan, dan sektor strategis seperti industri atau produksi yang berhubungan dengan energi, air, bahan pokok, makanan minuman, perdagangan, transportasi, logistik, dan keuangan.
Jurnalis: M. Burhanuddin Aslam
Editor: Rosyid





























