REMBANG, Lingkarjateng.id – Sekelompok siswa SMPN 1 Lasem, Kabupaten Rembang, berhasil menciptakan inovasi alat pengolah limbah cair batik yang diberi nama Lafibiol.
Alat ciptaan siswa SMPN 1 Lasem ini mampu menjernihkan air limbah batik yang semula berwarna pekat dan berbau menjadi air bening yang aman digunakan kembali untuk keperluan non-konsumsi.
Kepala SMPN 1 Lasem, Estu Budi Winarni, menjelaskan bahwa alat tersebut dikembangkan oleh para siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler membatik. Inovasi ini muncul dari kepedulian mereka terhadap dampak limbah batik yang kerap mencemari lingkungan sekitar.
“Kalau anak-anak habis membatik, pasti ada air limbahnya. Dulu kami buang, tapi sekarang kami olah. Kami tidak ingin mencemari lingkungan,” ujarnya saat ditemui belum lama ini.
Estu menjelaskan alat Lafibiol menggabungkan tiga metode yakni filtrasi (fisika), bioremediasi (biologi), dan elektrolisis (kimia).
Alat ini dibuat dari bahan-bahan sederhana seperti pipa paralon, saringan, serta limbah sisik ikan dari pasar yang digunakan dalam proses bioremediasi.
“Pakai paralon dan saringan saja, lalu kami beri campuran dari sisik ikan. Setelah disaring dan diuji di laboratorium Dinas Kesehatan, hasilnya jernih, tidak berbau, dan tidak berasa. Bahkan ikan yang kami masukkan ke kolam limbah itu tetap hidup,” terangnya.
Proses penyempurnaan alat ini telah dilakukan beberapa kali. Awalnya, air hasil penyaringan masih berbau, namun kini sudah memenuhi standar uji laboratorium.
Sebagai informasi, menurut data dari Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Rembang, terdapat lebih dari 100 unit usaha batik di Lasem yang menghasilkan sekitar 50-100 liter limbah cair setiap hari. Biaya pengolahan limbah secara konvensional terbilang tinggi, mencapai Rp35 juta per unit alat.
Kehadiran Lafibiol menjadi solusi alternatif yang lebih terjangkau dan ramah lingkungan bagi para perajin batik skala kecil.
“Kami ingin memberikan solusi yang bukan hanya ramah lingkungan, tapi juga ekonomis dan bisa digunakan oleh para perajin batik,” pungkas Estu.
Jurnal: Lingkar Network
Editor: Rosyid






























