Kudus (lingkarjateng.id) – Muhammad Rafif Arsya siswa SMK NU Miftahul Falah membuat surat terbuka kepada Presiden RI Prabowo Subianto, terkait penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah dijalankan.
Surat tersebut diunggah melalui akun media sosial pribadinya yang kemudian menuai perhatian dari berbagai pihak. Dalam isi suratnya, siswa SMK itu menyoroti masih adanya guru yang belum mendapatkan kesejahteraan layak.
Kemudian, dirinya mengusulkan agar estimasi dana manfaat MBG yang akan diterimanya, sekitar Rp6,75 juta selama masa belajar, dapat dialihkan sebagai tambahan tunjangan bagi guru.
Sayangnya, usai menyuarakan pendapatnya, siswa tersebut justru mendapatkan intimidasi secara daring. Intimidasi tersebut diduga berasal dari oknum karyawan SPPG di sekolahnya.
Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton mengaku telah memberikan pendampingan terhadap siswa SMK tersebut.
Pendampingan telah dilakukan secara intensif melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Kudus.
“Siswa yang membuat surat terbuka terkait MBG sudah mendapat pendampingan dari Dinas Sosial,” kata Bellinda ditemui Selasa (7/4).
Bellinda yang juga merupakan Ketua Satgas MBG Kabupaten Kudus itu mengaku mengapresiasi keberanian siswa SMK yang telah menyatakan pendapatnya terkait program prioritas pemerintah itu.
“Kami menghormati pendapat dari siswa tersebut. Semua orang boleh mengusulkan, itu sah-sah saja,” ucapnya.
Ia mengatakan, dari pemerintah daerah memang hanya bisa menampung usulan yang ada. Mengingat, kata Bellinda, kebijakan terkait MBG sepenuhnya berada pada pemerintah pusat.
“Usulan siswa itu kami terima dan dikaji. Tapi memang kebijakan itu dari pemerintah pusat, kalau ada usulan dari kami memang hanya bisa ikut menyampaikan,” katanya. ***
Jurnalis : Nisa Hafizhotus Syarifa
Editor : Fian
































