Demak (lingkarjateng.id) – Saluran air atau siphon yang berada di di wilayah Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, Jawa tengah disebut kondisinya sudah tidak layak lagi dan segera diperlukan perbaikan.
Hal itu disampaikan anggota Komisi XII DPR RI Jamaludin Malik saat kunjungan ke Kabupaten Demak, baru baru ini. Politisi fraksi partai Golkar ini mendesak Kementerian PU untuk segera melakukan perbaikan saluran air atau sipon tersebut.
Menurut Jamaludin, kondisi sipon yang ada saat ini sudah tidak layak dan menjadi salah satu penyebab banjir di wilayah Dukuh Kedung Banteng, Kecamatan Karanganyar.
Jamaludin menjelaskan, penyebab banjir di wilayah Dukuh Kedung Banteng, Karanganyar saat ini disebabkan oleh intensitas hujan tinggi serta kurang optimalnya fungsi sipon tersebut.
“Kalau tahun-tahun kemarin banjirnya karena tanggul yang jebol, tetapi tahun ini dampaknya karena sipon ini,” kata dia.
Ia menyebut, selain sudah tidak layak dan tidak sesuai dengan kondisi saat ini. Ukurannya yang sempit dan kecil menyebabkan aliran air terhambat, sehingga air tidak dapat mengalir secara maksimal.
“Saya juga tahu dari teman-teman media bahwa sipon ini peninggalan zaman Belanda dan sudah tidak layak. Karena sempit dan kecil, akhirnya menghambat saluran air, sehingga harus dibantu dengan pompa,” jelasnya.
Akibat kondisi tersebut, pompa air terpaksa dioperasikan terus-menerus selama lebih dari satu pekan untuk mengurangi genangan air di area persawahan dan permukiman warga.
“Pompa ini selama seminggu lebih tidak berhenti. Terus memompa agar sawah dan permukiman tidak terus terendam,” katanya.
Ia kembali menegaskan, bahwa untuk mengatasi permasalahan banjir tahunan di wilayah ini, sangat diperlukan perbaiakn saluran tersebut. Menurutnya, perbaikan sipon tidak ditunda, terlebih Sungai Wulan yang menjadi aliran utama sudah dinormalisasi.
“Ini harus ada solusi segera, jangan ditunda-tunda. Sungai Wulan juga sudah dinormalisasi, jadi siponnya harus segera diperbaiki,” tegasnya.
Dirinya juga berharap pemerintah pusat segera merealisasikan pembangunan atau perbaikan sipon tersebut. Ia juga meminta kepada Kepala BNPB yang telah meninjau lokasi dapat berkoordinasi dengan baik untuk mempercepat penanganan.
“Saya sebagai anggota DPR RI menyampaikan aspirasi masyarakat Demak agar sipon ini segera dibuat. Semoga Menteri PU dan Pak Kepala BNPB bisa berkomunikasi dengan baik, terkait kondisi di lapangan, agar segera direalisasikan,” pungkasnya. ***
Jurnalis : M. Burhan
Editor : Fian

































