Blora (lingkarjateng.id) – Menjelang lebaran hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah, petugas gabungan melakukan Sidak di Pasar Sidomakmur Blora. Dari kegiatan tersebut, petugas mendapati cumi yang mengandung formalin usai dilakukan pemeriksaan.
Tak hanya cumi, petugas juga melakukan pengecekan dan pemeriksaan terhadap makanan seperti kerupuk, hingga sayuran yang dijual oleh sejumlah pedagang di pasar tradisional tersebut.
Plt Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan (PSDK) Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Diah Pusparini mengatakan, sidak dilakukan bersama dengan tim gabungan untuk meninjau kualitas makanan di pasar sido makmur.
“Saat ini, kita mengambil sebelas sampel makanan,” kata Diah, Kamis (12/3/2026).
Setelah pengambilan tersebut, dilakukan uji lab di pasar secara langsung. Sehingga hasilnya langsung bisa diketahui.
“Hanya cumi kering yang mengandung formalin, kemudian untuk krupuk gendar dari pantauan sinar UV hasilnya Positif namun kadarnya hanya 0,5 dan hasilnya negatif,” bebernya.
Selain di Pasar Sidomakmur, sidak berlanjut menyasar sejumlah titik perbelanjaan di wilayah kabupaten Blora.
“Setelah itu ke Pasar Cepu dan Pasar Randublatung,” jelasnya.
Ia menambahkan, nantinya akan menindaklanjuti pedagang dan distributor yang menjual makanan yang mengandung formalin.
“Nama pedagang dan distributornya sudah kami catat, untuk sanksi kita serahkan ke polres,” tambahnya.
Menurutnya bahan makanan mengandung formalin itu berbahaya bila dikonsumsi jangka panjang. Bahkan bisa mengakibatkan kanker.
“Kalau dikonsumsi satu dua hari tidak terasa. Namun dampaknya jangka lama. Itu bisa mengakibatkan kanker,” terangnya. ***
Jurnalis : Hanafi
Editor : Fian





























