Batang (lingkarjateng.id) – Polres Batang menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 sebagai bentuk kesiapan pengamanan jalur mudik di wilayah Kabupaten Batang jelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.
Sebanyak 400 personel gabungan dari unsur kepolisian, TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya disiagakan untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas selama masa mudik Lebaran 2026.
Kapolres Batang, AKBP Veronica, mengatakan ratusan personel yang diterjunkan akan ditempatkan di sejumlah titik strategis yang menjadi jalur utama pemudik, mulai dari jalur Pantai Utara (Pantura) hingga ruas tol Batang–Semarang.
“Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada tanggal 14 hingga 18 Maret 2026. Kami memastikan seluruh personel siap siaga agar para pemudik merasa aman dan nyaman saat melintas di wilayah Batang,” ujar AKBP Veronica usai Apel gelar pasukan Kamis (12/3/2026).
Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Candi tahun ini, kepolisian bersama instansi terkait menyiapkan sejumlah pos pengamanan dan pelayanan di sepanjang jalur mudik.
Total terdapat delapan Pos Pelayanan dan satu Pos Terpadu yang akan difungsikan sebagai pusat pengamanan sekaligus tempat istirahat bagi para pemudik.
Pos-pos tersebut juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari layanan kesehatan, tempat istirahat, hingga informasi lalu lintas bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh menuju kampung halaman.
Menurut Veronica, keberadaan pos tersebut diharapkan dapat membantu pemudik yang mengalami kelelahan, membutuhkan bantuan medis, maupun membutuhkan informasi terkait kondisi lalu lintas.
“Fasilitas di pos pelayanan sudah kami siapkan secara maksimal, termasuk layanan kesehatan dan area istirahat yang representatif bagi para pemudik,” jelasnya.
Selain pengamanan di jalur Pantura, perhatian khusus juga diberikan pada potensi kepadatan kendaraan di ruas jalan tol yang melintasi wilayah Kabupaten Batang.
Polres Batang telah menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, terutama pada titik-titik yang kerap menjadi lokasi penumpukan kendaraan.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembukaan rest area tambahan di Exit Tol Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Rest area tersebut disiapkan sebagai alternatif apabila rest area utama di KM 360 dan KM 379 mengalami kepadatan.
“Jika terjadi kepadatan di rest area KM 360 maupun KM 379, pemudik bisa dialihkan menuju rest area di Exit Tol KITB. Ini sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di satu titik,” kata Veronica.
Dalam kesempatan itu, Kapolres Batang juga melakukan pengecekan langsung terhadap kendaraan operasional yang akan digunakan selama pengamanan arus mudik.
Pengecekan dilakukan secara detail terhadap kendaraan roda dua maupun roda empat yang akan digunakan personel di lapangan.
Rest area tersebut disiapkan sebagai alternatif apabila rest area utama di KM 360 dan KM 379 mengalami kepadatan.
“Jika terjadi kepadatan di rest area KM 360 maupun KM 379, pemudik bisa dialihkan menuju rest area di Exit Tol KITB. Ini sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di satu titik,” kata Veronica.
Polres Batang juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar selalu mengutamakan keselamatan selama di perjalanan.
Pemudik diingatkan untuk tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum melakukan perjalanan jauh.
Selain itu, pemudik juga diharapkan memanfaatkan pos pelayanan dan pos terpadu yang telah disediakan apabila membutuhkan bantuan selama perjalanan.
Sementara itu, Bupati Batang M Faiz Kurniawan menybut kesiapan lintas sektor dalam menghadapi arus mudik sangat penting untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melintas di wilayah Batang.
Ia juga menilai koordinasi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, serta instansi lainnya menunjukkan komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Kami mengapresiasi kinerja Polres Batang. Selain fokus pada pengamanan lalu lintas, upaya menjaga ketertiban umum selama Ramadan juga menjadi hal penting agar masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan khusyuk,” ujar Faiz. ***
Editor : Fian




























