KENDAL, Lingkarjateng.id – Sejumlah antrean panjang terlihat di beberapa SPBU di Kabupaten Kendal. Antrean didominasi oleh kendaraan besar seperti truk yang ingin membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.
Andi Yulianto salah seorang sopir truk yang tengah mengantre BBM di salah satu SPBU di Weleri mengaku sangat kesulitan untuk mendapatkan bahan bakar solar bahkan dirinya juga rela mengantre berjam-jam untuk membeli solar.
“Untuk beli solar itu langka sekali, di setiap pom itu kadang jam 12 siang sudah habis. Kalau di SPBU di Weleri antreannya panjang dan bisa berjam-jam. Biasanya saya pindah beli di SPBU perbatasan Batang-Kendal yang antrenya tidak terlalu panjang,” ucap sopir truk tambang saat ditemui di sela mengantre BBM, Kamis, 21 Desember 2023.
Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disdagkop UKM) Kendal Abdul Aziz mengakui pada minggu lalu, stok solar di Kabupaten Kendal habis. Namun, pihaknya telah mengajukan surat permohonan ke Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk penambahan stok.
“Sebenarnya antrean solar karena minggu-minggu kemarin. Tapi sekarang kita stoknya sudah ditambah, jadi sekarang stok solar sudah aman,” kata Abdul Aziz.
Menurutnya, antrean panjang yang terjadi di beberapa SPBU di Kendal terjadi karena Kendal merupakan jalur pantura yang banyak dilalui kendaraan besar seperti truk.
“Tidak ada permasalahan pada stok solar. Sebenarnya masih ada, namun karena Kendal itu jalur utama pantura, jadi banyak kendaraan yang mengisi BBM di sini,” imbuhnya. (Lingkar Network | Arvian Maulana – Lingkarjateng.id)





























