PATI, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Pati bakal membangun sekolah rakyat tingkat SD, SMP dan SMA di Kecamatan Tlogowungu. Pembangunan tersebut guna melengkapi sekolah rakyat di Sentra Margolaras Pati yang saat ini baru ada tingkatan SD saja.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, Andrik Sulaksana, menyampaikan bahwa pemkab sudah menyediakan lahan untuk sekolah rakyat yang lebih lengkap jenjangnya di Kecamatan Tlogowungu.
“Rencana tingkat SMA disediakan ruang kelas Tlogowungu, kami juga secara berjenjang dari SD, kemudian SMP dan SMA, rencana kemarin seperti itu,” ujarnya pada Jumat, 18 Juli 2025.
Andrik mengatakan, rencana pembangunan sekolah rakyat di Kecamatan Tlogowungu merupakan bentuk antusiasme Pemkab Pati dalam menyambut program Presiden Prabowo Subianto.
Sekolah Rakyat di Pati Resmi Dibuka, 100 Siswa Langsung Jalani MPLS
Disdik telah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) RI terkait pembangunan sekolah rakyat di Kecamatan Tlogowungu.
“Kemudian bekerjasama dengan Kementrian Sosial, penyediaan lahan yang ada di Tlogowungu dan nantinya kedepan akan ada pembangunan sekolah rakyat menengah pertama 12 Pati di Tlogowungu,” jelasnya.
Sebelumnya, sekolah rakyat pertama di Kabupaten Pati telah dibuka pada Selasa, 14 Juli 2025. Sebanyak 100 peserta didik tingkat SD mulai mengikuti aktivitas Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025-2026.
Berbagai fasilitas yang disediakan seperti 4 ruang kelas, labolatorium, perpustakaan, 4 asrama putra dan 4 asrama putri telah siap digunakan.
Adapun peserta didik di sekolah rakyat di Sentra Margolaras terdiri dari 100 siswa dari keluarga kurang mampu. Mereka terbagi menjadi empat rombongan belajar yang masing-masing diisi 25 siswa.
“Alhamdulillah sudah dibuka secara resmi. Untuk hari ini insyaallah sudah siap secara fisik maupun sarana pendukung lainnya. Kemudian asramanya ada 8 asrama, 4 asrama putra dan 4 asrama putri. Total 48 siswa putri dan 52 siswa putra,” ujar Kepala Sekolah Rakyat Kabupaten Pati, Dewi Fitriani pada Senin, 14 Juli 2025.
Terkait aktivitas pembelajaran, para siswa nantinya diajar oleh 4 guru kelas, 11 guru mapel dan 3 guru agama, baik pendidikan agama Islam, Kristen maupun Budha. Selain mendapatkan fasilitas pendidikan, para siswa juga mendapatkan pendampingan dari wali pengasuh selama di asrama.
“Kita dapat anak-anak beragama muslim ada 98 anak beragama kristen protestan ada 1 anak dan Budha ada 1 anak, semuanya sudah difasilitasi oleh Kemenag. Untuk gurunya sudah ada semuanya sesuai mapel,” jelas dia.
Dewi berharap, Pemerintah Kabupaten Pati dan masyarakat bersama-sama mendukung sekolah rakyat yang ada Sentra Margolaras. Sehingga sekolah rakyat ini dapat menjadi sekolah unggulan yang dapat menghantarkan siswanya dalam meraih cita-citanya.
“Mohon doanya, semogah kita bisa bersama-sama saling bersinergi membangun sekolah rakyat di Kabupaten Pati,” harapnya.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Ulfa































