SEMARANG, Lingkarjateng.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Semarang (BPBD) meningkatkan asesmen dan pemantauan pergerakan tanah di wilayah Deliksari, Kecamatan Gunungpati, serta Kampung Skip, Kecamatan Tembalang. Upaya ini dilakukan menyusul laporan kerusakan rumah warga akibat pergeseran tanah dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P. Martanto, mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan menyeluruh atas dampak yang terjadi di Deliksari, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati.
Berdasarkan hasil sementara, tiga rumah yang dilaporkan terdampak tidak mengalami kerusakan total. Bagian bangunan yang terdampak berada di sisi belakang rumah.
“Masih kami asesmen. Tidak seluruhnya tiga rumah itu roboh semua, ternyata hanya di bagian belakang. Yang terpenting adalah langkah antisipasi untuk keselamatan warga,” ujarnya, Rabu, 25 Februari 2026.
Endro menegaskan, aspek keselamatan menjadi prioritas utama, mengingat peristiwa pergerakan tanah sebelumnya di Kampung Skip Jangli, Kecamatan Tembalang, yang berlangsung cepat dan berdampak luas.
“Di Jangli itu dalam satu minggu sudah membawa dampak cukup banyak, kurang lebih 60 jiwa dari 30 kepala keluarga. Kita bersyukur warga langsung menyetujui untuk dilakukan evakuasi ke pengungsian sementara,” jelasnya.
Saat proses evakuasi dilakukan, Pemerintah Kota Semarang menyediakan berbagai kebutuhan dasar bagi warga terdampak, antara lain tenda pengungsian, dapur umum, toilet portabel, pasokan air bersih, serta jaringan listrik.
Terkait kondisi di Deliksari dan sekitarnya, Endro menyebut kawasan tersebut termasuk dalam jalur rawan pergerakan tanah yang membentang hingga wilayah Sadeng.
Oleh karena itu, pihaknya bersama pemerintah kelurahan dan relawan setempat terus melakukan pemantauan intensif.
Mengenai kemungkinan relokasi permanen, Endro menyebut masih menunggu perkembangan situasi dan hasil kajian teknis lebih lanjut. Selama kondisi dinilai masih terkendali dan tidak terjadi peningkatan pergerakan tanah yang signifikan, relokasi belum akan dilakukan.
“Kalau nanti kerusakan semakin parah dan berdasarkan kajian sudah tidak bisa dipertahankan, tentu kita akan dukung warga untuk relokasi ke tempat yang lebih aman,” tuturnya.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Rosyid
































