SALATIGA, Lingkarjateng.id – Menghadapi libur panjang Idul Fitri, RSUD dr Soebarkat Tjitrodarmodjo Salatiga menyiapkan layanan kesehatan siaga penuh untuk mengantisipasi lonjakan pasien. Dua kasus yang paling sering muncul saat Lebaran adalah kecelakaan lalu lintas dan gangguan pencernaan.
Direktur RSUD dr Soebarkat Tjitrodarmodjo Ita Rima Rahmawati mengatakan, pelayanan rumah sakit tetap berjalan selama masa cuti bersama Lebaran. Seluruh tenaga kesehatan mendapat jatah piket dan telah dijadwalkan. Kesiapan ini penting karena mobilitas masyarakat meningkat saat arus mudik dan balik yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.
“Jadwal piket tenaga kesehatan sudah kami siapkan jauh hari. Sehingga pelayanan tetap siap selama Lebaran,” ujar Ita saat acara buka puasa bersama jajaran direksi RSUD dengan awak media di Salatiga, Jumat, 13 Maret 2026.
Selain layanan instalasi gawat darurat yang siaga penuh, beberapa poli spesialis juga tetap dibuka. Dengan demikian masyarakat tetap bisa mendapatkan pelayanan medis selama masa libur.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD, Widodo Raharjo menambahkan, setiap tahun perayaan Idul Fitri hampir selalu diikuti peningkatan jumlah pasien kecelakaan lalu lintas.
Lokasi rumah sakit yang berada di pusat Kota Salatiga membuat RSUD tersebut kerap menjadi rujukan bagi korban kecelakaan dari berbagai wilayah sekitar. “Biasanya saat Lebaran jumlah pasien kecelakaan meningkat karena mobilitas masyarakat tinggi,” jelasnya.
Selain kecelakaan, gangguan pencernaan juga menjadi keluhan yang cukup sering muncul setelah Lebaran. Hal ini dipicu perubahan pola makan masyarakat setelah menjalani puasa selama sebulan.
Widodo menjelaskan, banyak masyarakat yang langsung mengonsumsi berbagai jenis makanan dalam jumlah besar setelah puasa, sehingga membuat kondisi lambung kaget.
“Biasanya setelah puasa sebulan, masyarakat langsung mengonsumsi banyak jenis makanan sehingga lambung kaget. Dampaknya bisa diare atau sakit perut,” katanya.
Ia menambahkan, pasien dengan gejala ringan biasanya cukup menjalani rawat jalan. Namun jika diare menyebabkan dehidrasi, pasien harus mendapatkan perawatan lebih lanjut melalui rawat inap di rumah sakit.
“Dengan kesiapan tenaga medis dan fasilitas yang ada, kami berharap pelayanan kesehatan kepada masyarakat selama libur Lebaran tetap berjalan optimal sekaligus mampu menangani berbagai potensi kasus yang meningkat pada momentum tersebut,” ucapnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Sekar S































