KUDUS, Lingkarjateng.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Loekmono Hadi Kudus terus berbenah dalam meningkatkan kualitas layanan ortopedi. Saat ini, sejumlah tindakan operasi besar di bidang tulang sudah dapat dilakukan di rumah sakit rujukan terbesar di Kabupaten Kudus tersebut.
Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, dr. Abdul Hakam, M.Si, Med., Sp.A., mengungkapkan bahwa kemampuan layanan ortopedi kini semakin berkembang.
“Kasus trauma patah tulang berat sudah lebih dari 50 persen bisa kami tangani sendiri. Termasuk kasus penggantian sendi panggul akibat faktor usia, beberapa di antaranya sudah berhasil dilakukan di sini,” ujarnya.
Menurutnya, pasien ortopedi yang ditangani rumah sakit cukup beragam, mulai dari kasus kecelakaan lalu lintas, cedera olahraga, hingga patah tulang pada lansia.
“Cedera otot hingga putus juga sering kami terima. Untuk pasien usia lanjut, memang perlu kehati-hatian ekstra, karena jatuh sedikit saja bisa menyebabkan patah tulang,” imbuhnya.
Selain trauma, kasus yang banyak ditemui adalah osteoporosis, yaitu pengeroposan tulang akibat penuaan. Abdul Hakam menjelaskan, masyarakat masih banyak yang belum memahami esensi penyakit ini.
“Osteoporosis umumnya memang karena faktor usia, meskipun bisa juga dipengaruhi gangguan metabolisme atau kurangnya asupan nutrisi. Intinya, semua orang akan menua, dan tulang ikut mengalami perubahan,” terangnya.
Ia menekankan, hingga kini belum ada cara untuk mencegah osteoporosis sepenuhnya. Namun prosesnya dapat diperlambat melalui pola hidup sehat.
“Kuncinya menjaga kesehatan fisik, konsumsi makanan bergizi, serta rutin berolahraga. Itu langkah sederhana untuk memperlambat keropos tulang,” jelasnya.
Dengan peningkatan layanan ortopedi ini, RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus berharap masyarakat tidak perlu jauh-jauh dirujuk ke kota besar.
“Kami ingin masyarakat Kudus mendapat pelayanan ortopedi yang memadai di daerah sendiri. Ke depan, kami akan terus berupaya meningkatkan fasilitas dan kemampuan tenaga medis agar semakin banyak kasus bisa ditangani di sini,” pungkas dr. Hakam.
Jurnalis: Mohammad Fahtur Rohman
Editor: Rosyid

































