KUDUS, Lingkarjateng.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Loekmono Hadi Kudus terus meningkatkan layanan ortopedi dengan menghadirkan prosedur hip arthroplasty atau operasi penggantian sendi panggul.
Layanan ini menjadi salah satu terobosan penting dalam bidang kesehatan tulang dan sendi, khususnya bagi masyarakat yang mengalami nyeri panggul kronis maupun cedera berat.
Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, dr. Abdul Hakam, M.Si, Med., Sp.A., menjelaskan, hip arthroplasty merupakan tindakan bedah ortopedi untuk mengganti sendi panggul yang rusak dengan sendi buatan (prostesis).
Prosedur ini bertujuan mengurangi rasa nyeri, mengembalikan fungsi gerak, sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien.
“Kalau sendi panggul sudah rusak dan tidak bisa diperbaiki, maka pilihan terakhir adalah operasi hip arthroplasty. Panggul itu inti tubuh. Kalau pergerakan terganggu, aktivitas sehari-hari jelas sangat terbatas,” terangnya.
Menurutnya, operasi penggantian panggul dibedakan menjadi dua jenis, yakni total hip replacement (THR) yang mengganti seluruh permukaan sendi, serta hemiarthroplasty yang hanya mengganti kepala tulang paha.
Keduanya dipilih sesuai kondisi pasien, seperti pada kasus osteoartritis parah, nyeri kronis, hingga fraktur panggul akibat kecelakaan.
RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus Jadi Rujukan Layanan Kaki Palsu di Pantura Timur
Hakam menambahkan meski umumnya dilakukan pada pasien lanjut usia, kasus kerusakan panggul juga bisa ditemui pada usia muda, misalnya akibat infeksi tulang.
“Kami pernah temui pasien muda dengan kerusakan panggul. Karena itu penting masyarakat waspada dan segera memeriksakan diri bila mengalami nyeri yang tidak kunjung sembuh,” ujarnya.
Sebelum operasi, pasien harus menjalani serangkaian pemeriksaan, termasuk tes darah, penilaian kondisi fisik maupun psikis, hingga kesiapan nutrisi.
“Komplikasi bisa terjadi kapan saja, jadi pasien dan keluarga perlu mendapat penjelasan lengkap. Dukungan keluarga setelah operasi juga sangat penting agar pemulihan lebih cepat,” tambahnya.
Jurnalis: Fahtur Rohman































