KUDUS, Lingkarjateng.id – RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus menghadirkan layanan Digital Subtraction Angiography (DSA), sebuah teknologi diagnostik dan intervensi untuk mendeteksi serta menangani kelainan pembuluh darah di otak.
Direktur RSUD Kudus, Abdul Hakam, menjelaskan bahwa layanan DSA penting dalam penanganan dini gejala stroke.
“DSA menjadi solusi untuk menangani stroke sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat, bahkan mengancam nyawa. Kami berharap masyarakat Kudus dan sekitarnya dapat memanfaatkan layanan ini secara maksimal,” jelasnya, Selasa, 15 Juli 2025.
Abdul Hakam menjelaskan bahwa DSA merupakan prosedur katerisasi di otak, serupa dengan cathlab pada jantung. Tindakan ini dilakukan oleh dokter spesialis saraf yang telah menjalani pelatihan khusus.
RSUD Kudus menjadi rumah sakit pertama di eks-Keresidenan Pati yang memiliki fasilitas DSA dengan dukungan pembiayaan BPJS. Sementara rumah sakit lain di wilayah tersebut belum terakreditasi BPJS untuk layanan serupa.
Sementara itu dokter spesialis neurologi, Fathul Yazid Izza, menjelaskan bahwa DSA digunakan untuk mendeteksi secara detail kelainan pembuluh darah otak.
“Gejala seperti kelemahan anggota gerak, pusing berputar, nyeri kepala, atau kejang bisa diperiksa lewat DSA. Tindakan dilakukan melalui pembuluh darah di pangkal paha, diarahkan ke otak, lalu disuntikkan zat kontras agar pembuluh darah bisa terlihat jelas,” terangnya.
Selama dua bulan berjalan, sudah lebih dari 10 pasien menjalani tindakan DSA di RSUD Kudus. Salah satunya adalah Asih Setyowati.
“Sebelumnya pusing saya sampai tidak bisa berdiri. Tapi setelah tindakan DSA, keluhan sudah jauh berkurang,” ujarnya.
Jurnalis: Fahtur Rohman
Editor: Ulfa

































