DEMAK, Lingkarjateng.id – Tragedi memilukan terjadi di Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Seorang bocah perempuan berusia 12 tahun yang masih berstatus pelajar ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Kamis sore, 12 Februari 2026.
Korban diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan selendang warna lurik yang diikatkan pada besi tempat latihan pull up di dalam rumah.
Beberapa hari sebelum kejadian, korban sempat mengunggah status WhatsApp di akun media sosial pribadinya yaitu “Di balik tawa gua, di sisi lain aku juga cape”. Kalimat tersebut disertai tangkapan layar percakapan makian yang diduga dikirim oleh ibunya melalui WhatsApp.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Akhmad Sugiharto menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas kejadian tersebut.
“Kami ikut prihatin dengan kejadian tersebut,” ujarnya saat dihubungi, Minggu, 15 Februari 2026.
Ke depan, pihaknya akan mengambil sejumlah langkah preventif, termasuk mendorong dinas terkait untuk meningkatkan komunikasi antara sekolah dan wali murid. Upaya tersebut dinilai penting guna meminimalisir persoalan yang dihadapi anak, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Menurutnya, tanggung jawab mendidik anak tidak hanya berada di dunia pendidikan formal, tetapi juga di lingkungan keluarga.
“Saya sampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan langkah-langkah agar sekolah dapat meningkatkan komunikasi dengan para wali murid. Karena tanggung jawab mendidik anak tidak hanya di sekolah saja, tetapi juga di keluarga tentunya,” tegasnya.
Selain itu, Sugiharto juga mendorong Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P2PA) untuk bersinergi dengan TP PKK dalam memperkuat pendidikan keluarga.
Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman orang tua dalam membangun komunikasi yang sehat serta pendampingan yang lebih intensif kepada anak.
Sugiharto juga mengimbau kepada para orang tua untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anak dan membangun komunikasi yang terbuka, agar anak merasa didengar dan mendapatkan dukungan saat menghadapi persoalan.
Dari hasil pemeriksaan dan penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana dalam kasus tersebut. Polisi memastikan peristiwa itu murni gantung diri karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain.
Berdasarkan rekaman CCTV, ibu korban terlihat tiba di rumah sekitar pukul 18.01 WIB dengan mengendarai mobil dan masuk ke dalam rumah sambil menggendong adik korban. Tidak lama kemudian, ibu korban keluar sambil berteriak meminta pertolongan setelah mendapati anaknya sudah dalam kondisi tergantung.
Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Wongso Negoro (RSWN) Kota Semarang untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Jurnalis: M. Burhanuddin Aslam
Editor: Rosyid































