KUDUS, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berupaya mendapatkan tambahan anggaran renovasi Stadion Wergu Wetan menjadi Rp90 miliar.
Sebelumnya Pemkab Kudus mengajukan anggaran Rp90 miliar, tetapi hanya disetujui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebesar Rp60 miliar. Oleh karena itu pemerintah mengerahkan upaya mendapatkan tambahan anggaran untuk renovasi Stadion Wergu Wetan menjadi homebase tim Persiku.
“Kami mengajukan (anggaran renovasi stadion) Rp 90 miliar, tapi disetujui Rp 60 miliar. Kami masih akan berusaha semoga bisa ditambahi lagi jadi Rp 90 miliar,” kata Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris saat meninjau Stadion Wergu Wetan, Senin, 8 September 2025.
Jadi Kandang Persiku di Liga 2, Stadion Wergu Wetan Kudus Dipasang 32 Sprinkler
Stadion Wergu Wetan rencananya direnovasi supaya bisa berstandar FIFA sehingga siap digunakan Persiku untuk menjadi tuan rumah dalam berbagai pertandingan sepak bola.
“Kami mohon dukungan semua pihak termasuk masyarakat dan Persiku semoga Stadion Wergu Wetan ini bisa direhab secara standar FIFA,” ucapnya.
Proses renovasi juga berkemungkinan berbarengan dengan jadwal kompetisi Persiku, oleh karena itu Bupati meminta manajemen Persikub isa menyiapkan alternatif home base bagi tim Macan Muria tersebut.
“Kami sudah sampaikan ke manajemen untuk mencari alternatif home base jika renovasi berbarengan dengan jadwal pertandingan liga,” sebutnya.
Anggaran dari Kementerian PU RI untuk renovasi Stadion Wergu Wetan diperkirakan cair pada 2026. Sementara untuk tahun 2025, akan dilakukan proses lelang terlebih dahulu sesuai prosedur pengelolaan anggaran.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak, termasuk Bapak Nusron Wahid yang sudah mendukung agar Stadion Wergu Wetan ini bisa direhab,” tambahnya.
Sam’ani berharap dengan adanya renovasi stadion maka Persiku bisa semakin mantap berlaga di Liga 2, atau bahkan kedepannya bisa naik kasta ke Liga 1.
“Persiku yang merupakan kebanggaan masyarakat Kudus semoga semakin mantap berlaga di Liga 2, syukur-syukur bisa masuk Liga 1,” pungkasnya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus Syarifa
Editor: Ulfa






























