KENDAL, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal melaksanakan musyawarah rembuk stunting tahun 2024 di Desa Krompaan, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Rabu, 19 Juni 2024.
Camat Gemuh, Kartini, mengatakan kegiatan rembuk stunting ini untuk menindaklanjuti surat edaran dari Dispermasdes Kendal terkait penanganan stunting. Pihaknya akan melakukan musyawarah di desa yang ada di Kecamatan Gemuh.
“Ini sudah ada surat dari Dispermasdes terkait penanganan stunting oleh desa dari bulan Mei hingga Juni. Kita mulai bergerak dan kemarin sudah kami laksanakan kegiatan rembuk stunting di dua desa pada bulan Mei. Dan nantinya 14 desa kita jadwalkan dapat selesai sampai minggu depan,” terangnya.
Selain melaksanakan musayawarah rembuk stunting, pihak Pemerintah Kecamatan Gemuh juga melaksanakan Mini Loka Karya Stunting.
“Upayanya sendiri menekan angka stunting itu kami mengadakan setiap bulan sekali mini loka karya stunting jadi itu lintas sektoral, dan kami juga memanggil desa yang angka stuntingnya tinggi di Kecamatan Gemuh,” ucapnya.
Dirinya mengimbau kepada pemerintah desa untuk selalu berkoordinasi dengan bidan desa terkait pendataan stunting.
“Himbauan untuk pemerintah desa itu kami berharap selalu berkoordinasi dengan bidan desa, karena bidan desa kan yang unit kerjanya di puskesmas dan memegang data terkait kasus stunting, sehingga nanti jika perlu intervensi bisa segera melakukan penanganan khusus,” tuturnya.
Sementara itu, Bidan Desa Krompaan, Nika Andriani, menyampaikan ada sekitar sembilan anak di Desa Krompakan yang terindikasi stunting.
“Untuk yang usia dibawah 2 tahun ada 5. Untuk prevalensi stuntingnya 7,03 persen kalau yang dari kendal itu kan targetnya 14 persen dan alhamdulillah di Krompaan itu dibawah target,” ungkapnya.
Pihaknya selalu berupaya menekan angka stunting di Desa Krompaan dengan cara memberikan edukasi kepada warga, pemberian makanan tambahan untuk bayi kurang gizi.
“Selain itu juga diadakan kelas ibu hamil yang dilakukan penyuluhan oleh pihak puskesmas. Lalu ada pemantauan tumbuh kembang dari posyandu desa,” bebrnya.
Sementara itu, Kepala Desa Krompaan, Junaedi, berharap kegiatan rembuk stunting dapat menjadi bahan evaluasi bagi para kader stunting yang ada di Desa Krompaan.
“Kami dari pemdes, menganggarkan untuk pelaksanaan kegiatan penanganan penurunan angka stunting yang dilaksanakan oleh kader stunting serta bidan desa untuk mengevaluasi serta mengajukan bagaimana terkait penanganannya. Sehingga nanti dapat menurunkan stunting di Desa Krompaan ini,” pungkasnya. (Lingkar Network | Arvian Maulana – Lingkarjateng.id)
































