REMBANG, Lingkarjateng.id – Kabupaten Rembang resmi masuk tahap kedua pelaksanaan program Sekolah Rakyat, inisiatif Presiden Prabowo yang difokuskan untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem agar memperoleh akses pendidikan berkualitas dengan dukungan fasilitas penuh dari negara.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat dirancang sebagai intervensi jangka panjang untuk meningkatkan taraf hidup keluarga miskin melalui pendidikan anak.
“Program ini memastikan anak-anak dari keluarga miskin bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Harapannya setelah lulus, mereka mampu meningkatkan pendapatan dan status sosial keluarganya,” ujarnya, Selasa, 11 Februari 2026.
Ia menjelaskan, meski belum memiliki rintisan sekolah maupun peserta didik, Rembang tetap mendapatkan alokasi pembangunan pada tahap kedua. Penerimaan siswa baru untuk jenjang SD, SMP, dan SMA dijadwalkan mulai sekitar Juni mendatang, bertepatan dengan tahun ajaran baru.
Imam menjelaskan satu unit Sekolah Rakyat ditargetkan mampu menampung hingga 1.000 siswa. Kebijakan ini dinilai relevan karena angka kemiskinan di Rembang berada di kisaran 13 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata Provinsi Jawa Tengah yang sekitar 9 persen.
Menurutnya, pemerintah juga membuka peluang penambahan kuota rombongan belajar (rombel) sesuai kebutuhan daerah.
Secara keseluruhan, kata Imam, jumlah siswa Sekolah Rakyat di Jawa Tengah saat ini tercatat 1.275 anak, dengan jumlah terbanyak di jenjang SMA. Untuk tingkat SD terdapat sekitar 11 rombel dengan total sekitar 300 siswa.
Ia menyebut total anggaran pembangunan program ini mencapai Rp230 miliar. Penambahan rombel nantinya akan diikuti dengan pembangunan fasilitas asrama tambahan.
Imam menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat menerapkan konsep boarding school. Seluruh siswa diwajibkan tinggal di asrama selama masa pendidikan dan tidak diperkenankan pulang.
Seluruh kebutuhan siswa dibiayai melalui APBN, meliputi makan tiga kali sehari dan dua kali kudapan, seragam, buku pelajaran, hingga laptop dan smartphone. Fasilitas olahraga serta kesenian juga disiapkan guna mendukung pengembangan minat dan bakat.
Adapun kriteria penerimaan siswa mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Program ini hanya diperuntukkan bagi anak dari keluarga kategori Desil 1 dan Desil 2. Seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat kemiskinan, bukan capaian akademik.
Sementara itu, Bupati Rembang, Harno, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat yang menetapkan daerahnya sebagai lokasi tahap kedua.
“Kami bersyukur Rembang terpilih dalam tahap kedua program Sekolah Rakyat. Ini kesempatan besar bagi masyarakat Desil 1 dan 2 untuk mendapatkan pendidikan berkualitas,” katanya.
Harno mengungkapkan Sekolah Rakyat di Rembang diproyeksikan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru sekitar Juni mendatang. Kuota awal yang disiapkan masing-masing 50 siswa untuk jenjang SD serta 50 siswa untuk jenjang SMP dan SMA.
Harno menegaskan, fasilitas yang akan dibangun ditargetkan memiliki kualitas maksimal dan setara dengan sekolah unggulan, sehingga mampu menjadi sarana peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus strategi pengentasan kemiskinan di daerah.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Rosyid

































