Demak (lingkarjateng.id) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah melalui Program Dokter Spesialis Keliling Mendekatkan Layanan Kesehatan Masyarakat (Speling Melesat) menyasar wilayah pedesaan seperti di Desa Botorejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Kamis (26/2).
Kehadiran Speling Melesat menjadi wujud komitmen Pemprov Jateng dalam memperluas akses layanan kesehatan spesialistik bagi masyarakat desa, khususnya di wilayah dengan keterbatasan akses terhadap rumah sakit rujukan.
Melalui program ini, dokter spesialis dihadirkan langsung ke tengah masyarakat untuk memberikan pemeriksaan kesehatan secara spesifik dan menyeluruh.
Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah Ida Nursa’adah mengatakan program ini mempermudah masyarakat memperoleh layanan kesehatan spesialistik, mempercepat deteksi dini penyakit, serta meningkatkan pemahaman tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Selain itu, Speling Melesat juga menjadi langkah strategis dalam pencegahan penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes mellitus, yang saat ini masih menjadi penyebab kematian tertinggi.
“Sangat mendukung adanya program Speling Melesat di tengah keterbatasan masyarakat mengakses fasilitas pelayanan dokter spesialis. Selain masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan secara khusus dan spesifik, ini juga menjadi deteksi dini,” kata Ida yang juga politisi Fraksi PKB ini, Kamis (26/2).
Ida menambahkan bahwa edukasi kesehatan menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Hingga saat ini, Speling Melesat telah dilaksanakan di 1.500 titik di Jawa Tengah. Di Kabupaten Demak, kegiatan dipusatkan di Desa Botorejo, Kecamatan Wonosalam.
“Pada saat yang sama masyarakat juga mendapatkan edukasi tentang PHBS, sehingga bisa mencegah penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes mellitus, dan sejenisnya, termasuk bagi ibu hamil dengan risiko tinggi,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Demak, Dian Arisanti, menyampaikan bahwa pelaksanaan program tersebut belum mencakup seluruh 27 puskesmas di Kabupaten Demak.
Penentuan lokasi kegiatan ditetapkan oleh pemerintah provinsi dengan sejumlah parameter, salah satunya desa dengan kategori kemiskinan ekstrem. “Sejauh ini antusias masyarakat baik dan tidak ada kendala,” ujarnya.
Melalui Speling Melesat, diharapkan pemerataan layanan kesehatan spesialistik dapat terus diperluas sehingga masyarakat di wilayah pedesaan memperoleh akses layanan yang setara, cepat, dan berkualitas. ***
Jurnalis : Burhan
Editor : Fian































