KUDUS, Lingkarjateng.id – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus membudidayakan varietas tembakau baru, srumpung, pada pertengahan 2025.
Penanaman tembakau srumpung dilakukan di dua lokasi demonstrasi plot (demplot) dengan total luas Sembilan hektare (ha), masing-masing tujuh ha di Desa Menawan Kecamatan Dawe, dan dua ha di Desa Klumpit Kecamatan Gebog.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan Dispertan Kudus, Agus Setiawan, mengatakan penanaman tembakau srumpung baru dimulai setelah curah hujan tinggi pada awal tahun. Kondisi tanah yang terlalu basah dinilai kurang ideal untuk tanaman tembakau.
“Srumpung ini cocok di Menawan yang berada di dataran tinggi, dan juga di Klumpit yang lebih rendah. Jadi varietas ini fleksibel,” ujarnya, baru-baru ini.
Sebelumnya, pada 2024, Dispertan Kudus telah melakukan uji coba varietas Prancak Madura dengan hasil memuaskan.
Saat ini, srumpung dipilih untuk dikaji lebih lanjut mengingat tingginya permintaan pasar.
“Dari sejumlah informasi, srumpung banyak dicari. Satu jenis rokok biasanya minimal terdiri dari empat jenis tembakau, dan yang paling banyak dibutuhkan adalah srumpung,” jelasnya.
Menurut Agus, data lapangan menunjukkan Srumpung memiliki serapan pasar terbesar. Jika budi daya kali ini sukses seperti uji coba sebelumnya, Dispertan akan memfasilitasi pemasaran dengan menghubungkan petani ke pengepul.
“Kemarin kita bekerja sama dengan pengepul dari Boyolali. Kalau mereka siap ambil lagi, bagus. Yang pasti, kami akan mencarikan pembeli, dan petani bisa langsung nego harga,” katanya.
Hingga kini, Dispertan Kudus belum dapat menghubungkan petani langsung ke pabrik rokok lokal.
Dia menyebut peran dinas sebatas mempertemukan petani dengan pengepul yang umumnya berasal dari luar daerah.
Jurnalis: Fahtur Rohman
Editor: Ulfa






























