KENDAL, Lingkarjateng.id – Puluhan tahun diusulkan, namun pembangunan jembatan gantung yang diharapkan warga di Dukuh Tapak Desa Kedunggading, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal hingga saat ini belum terealisasi.
Untuk itu, Kepala Desa Kedunggading, kembali mengusulkan terkait dengan akses jembatan penghubung antar dusun di Desa Kedunggading langsung kepada Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari.
Dusun Tapak Timur sendiri berada jauh terpisah dari dusun lainnya di Desa Kedunggading, dan berhimpitan dengan Desa Triharjo dan Sojomerto Kecamatan Gemuh.
Bahkan warga dusun yang berjumlah sekitar 900 an tersebut harus memutar selama 30 menit untuk menuju Kantor Balai Desa Kedunggading saat akan mengurus keperluan di balai desa.
Kepala Desa Kedunggading, Kafidlin mengatakan, terkait dengan jembatan tersebut sudah diusulkan beberapa tahun yang lalu. Namun sampai saat ini belum terealisasi.
“Sejak puluhan tahun lalu, katanya akan direalisasikan pembangunan jembatan penghubung itu, namun sampai saat ini belum terealisasi,” ujarnya, Jumat, 1 Agustus 2025.
Padahal, sebelumnya pernah dilakukan pengukuran terkait akses jembatan tersebut.
“Sudah sempat dilakukan peninjauan dan pengukuran dari Dinas PUPR, dan juga sudah bersurat ke pemerintah pusat,” tambahnya.
Dirinya berharap, Bupati Kendal bisa dan Pemerintah Kabupaten Kendal bisa mengawal usulan yang telah disampaikan.
“Dan kami memohon dari desa kepada Pemerintah Kabupaten Kendal untuk dikawal terkait usulan ini. Kami hanya menginginkan jembatan, entah itu jembatan gantung atau yang biasa, lebih lebar saya berterimakasih,” harapnya.
Sementara itu, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari saat dimintai keterangan menyampaikan, akan terus mengawal usulan pembangunan jembatan gantung yang sudah disampaikan kepada pemerintah pusat melalui Komisi V DPR RI.
“Akan kami kawal terus terkait dengan usulan yang telah diajukan, karena itu juga merupakan dusun terpencil, dan pemdes harus muter jauh untuk menjangkau kesana. Dan kami akan mengawal terus agar segera terealisasi,” terangnya.
Sebelumnya, salah seorang warga Dusun Tapak Timur Desa Kedunggading Budiyanto menuturkan selama ini untuk mengurus keperluan ke Balai Desa dirinya harus memutar melewati empat desa.
Terlebih saat musim penghujan ia bersama warga lainnya tidak bisa menyebrangi sungai Blukar karena debit air yang tinggi.
“Kita memang susah kalau ke Balai Desa karena jalannya harus muter melewati Desa Triharjo, Cempokomulyo, Galih dan Rowobranten. Kalau sedang kemarau bisa lewat sungai tapi kalau sungainya besar ya tidak bisa,” tutur Budiyanto.
Ia berharap Pemerintah segera membangun jembatan sebagai akses jalan dari dusun Tapak Timur menuju Balai Desa Kedunggading.
Jurnalis: Arvian Maulana
































