PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kota Pekalongan memanfaatkan momentum Ramadhan untuk memperkuat pencegahan pernikahan usia anak melalui kegiatan Ramadan Sakinah yang digelar di Aula SMK Syafi’i Akrom, Senin, 23 Februari 2026.
Pengurus Pokja BP4 Kota Pekalongan, R.M. Firdaus, mengatakan lembaganya berkomitmen dalam menekan angka pernikahan dini yang dinilai berpotensi memunculkan berbagai persoalan sosial dan kesehatan.
“Kami dari BP4 menekan agar tidak terjadi nikah dini. Jangan sampai anak-anak di Kota Pekalongan ini menikah di usia dini,” ujarnya.
Menurut Firdaus, pernikahan di usia anak kerap berujung pada persoalan kompleks, mulai dari kehamilan di usia muda, ketidaksiapan mental, hingga tekanan ekonomi keluarga. Kondisi tersebut juga berdampak pada kesehatan ibu dan anak, termasuk risiko melahirkan anak stunting di tengah upaya pemerintah menekan prevalensi stunting.
Ia mengakui belum menerima pembaruan data terbaru terkait angka pernikahan dini di Kota Pekalongan.
Namun demikian, ia menekankan pentingnya langkah pembinaan berkelanjutan sebagai upaya pencegahan.
“Kalau sudah terjadi, kita harus melakukan stabilisasi. Harus ada upaya dan pembinaan supaya tidak terjadi lagi,” katanya.
Firdaus menyebut faktor percintaan menjadi penyebab dominan terjadinya pernikahan dini. Minimnya kontrol diri dan lemahnya pemahaman agama dinilai memicu hubungan yang berujung pada pernikahan terpaksa.
Melalui program Ramadan Sakinah, BP4 menyasar pelajar SMA, SMK, dan MA, khususnya kelas 10 hingga 12 yang dianggap rentan. Edukasi dilakukan langsung ke sekolah-sekolah sebagai langkah preventif agar siswa memiliki pemahaman yang matang sebelum memasuki jenjang pernikahan.
Selain menyasar pelajar, BP4 juga menyiapkan pembekalan bagi calon pengantin. Setiap pasangan yang akan menikah akan mengikuti penataran guna memahami kesiapan membangun rumah tangga. Sesuai ketentuan yang berlaku, usia minimal menikah adalah 19 tahun.
Firdaus berharap kegiatan tersebut mampu menekan angka pernikahan dini di Kota Pekalongan secara signifikan.
“Mudah-mudahan pernikahan dini di Kota Pekalongan berkurang, bahkan hilang sama sekali. Sehingga calon ibu dan bapak rumah tangga benar-benar matang dan bisa membangun keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Ulfa





























