KENDAL, Lingkarjateng.id – Presiden RI Prabowo Subianto mengurbankan sapi berbobot hampir satu ton di Kabupaten Kendal pada Hari Raya Idul Adha 2025.
Sapi kurban jenis simmental berusia 4 tahun yang diberi nama Joni tersebut dibeli dari peternak di Desa Tanjungmojo, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, dengan harga Rp 100 juta.
Pemilik sapi Joni, Anang, mengatakan bahwa pemilihan sapi Presiden Prabowo untuk Hari Raya Idul Adha melalui proses seleksi dan dilakukan lebih dari satu bulan oleh tim dari Dinas Peternakan Kabupaten Kendal.
Selain itu juga dilakukan pemeriksaan kesehatan yang telah dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan sapi tersebut dalam kondisi sehat dan layak untuk dikurbankan.
“Saya ditelpon dari dinas tanya ada sapi ukuran jumbo apa tidak. Saya bilang ada, setelah itu selang berapa hari dari dinas langsung turun, sapinya ditimbang, diukur. Terus ditanya vaksinnya sudah berapa kali, giginya sudah rampas apa belum,” terang Anang saat ditemui pada Rabu, 4 Juni 2025.
Anang mengungkapkan bahwa sapi Joni tersebut dulunya ia beli saat berusia satu tahun, kemudian ia rawat dengan baik hingga usia empat tahun. Selain itu, sapi tersebut juga sudah menerima vaksin sebanyak tiga kali.
“Sapi itu saya beli dari pasar. Saya rawat rutin, saya kasih jamu dari empon-empon seperti jahe, kunyit, temulawak, telur ayam kampung, gula jawa, tetes tebu, dan sentrat buatan sendiri. Perawatan kami lakukan ekstra karena memang banyak peminat hewan kurban dari kalangan pejabat,” ungkapnya.
Anang menuturkan, usaha ternak sapi miliknya ini sudah menjadi langganan Bupati Kendal sebelumnya saat Idul Adha tiba.
“Dulu Pak Dico sama Bu Chacha setiap tahun beli di sini. Kemudian pejabat dari Semarang juga belinya di sini. Kalau Pak Presiden baru kali ini,” imbuh Anang.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat, menyampaikan sapi yang dikurbankan Presiden Prabowo rencananya akan diserahkan ke Masjid Agung Al-Muttaqin Kaliwungu.
Penyembelihan sapi dan pembagian daging kepada warga akan dilakukan pada Sabtu, 7 Juni 2025 mendatang.
“Sampai saat ini kita lakukan cek kondisi kesehatannya, supaya nanti pas hari H tetap dalam kondisi prima dan memenuhi syariat maupun syarat medis untuk bisa dikatakan layak disembelih. Saat ini kondisinya bagus dan prima,” tegasnya.
Jurnalis: Arvian Maulana
Editor: Rosyid































