SALATIGA, Lingkarjateng.id – Tradisi wilujengan nagari mewarnai peringatan hari jadi ke-1.275 Kota Salatiga yang digelar di Museum Salatiga tepat di situs Prasasti Plumpungan, Kamis 24 Juli 2025.
Prasasti Plumpungan memiliki makna historis penting bagi perjalanan sejarah Kota Salatiga. Di tempat inilah nama Salatiga pertama kali tercatat secara resmi dalam sejarah, lewat prasasti bertuliskan huruf Jawa Kuno pada batu andesit berukuran besar yang kini menjadi ikon Kota Salatiga.
“Prasasti ini adalah bukti bahwa Salatiga merupakan kota yang tua dalam usia, tapi senantiasa muda dalam semangat,” ujar Wali Kota Salatiga Robby Hernawan.
Wali Kota menyampaikan bahwa peringatan hari jadi tidak hanya sebatas seremoni, tetapi menjadi pengingat bahwa Salatiga memiliki akar sejarah yang dalam dan peradaban yang panjang.
Robby mengajak seluruh masyarakat menjaga nilai-nilai warisan leluhur, termasuk semangat toleransi dan harmoni yang sejak dulu mengakar kuat di kota yang terkenal dengan toleransi tinggi ini.
“Sudahkah kita menjaga warisan leluhur kita dengan bijak? Sudahkah kita mengisi hari-hari di kota ini dengan nilai kebersamaan dan saling menghargai?” ucapnya.
Usai prosesi doa bersama, rombongan diajak meninjau koleksi Museum Salatiga yang memamerkan peninggalan arkeologis, artefak budaya, hingga rekam jejak perjalanan kota dari masa ke masa.
Menutup rangkaian kegiatan, Wali Kota mengajak masyarakat memeriahkan hari jadi dengan pembagian 1.275 mangkok jenang di rumah dinas Wali Kota. Jenang tersebut menjadi simbol keberkahan dan harapan akan persatuan yang terus mengalir di Kota Salatiga.
“Melalui tema Bergerak dan Berdaya, kita teguhkan kembali jati diri Salatiga sebagai kota yang menjunjung tinggi warisan budaya, namun juga terbuka terhadap perubahan dan kreativitas global,” ujarnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa
































