SEMARANG, Lingkarjateng.id – Petani tembakau di Dusun Sokowolu, Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang prihatin harga tembakau rendah pada masa panen pertama bulan Agustus 2025.
Sawal (53), petani tembakau setempat, menyebutkan harga tembakau basah saat ini turun dari Rp6.000 menjadi Rp4.000 saja per kilogram. Penyebab harga tembakau turun karena cuaca dan curah hujan tinggi sejak masa tanam April hingga Mei sehingga mengurangi kualitas.
“Curah hujan tinggi ini memang menjadi faktor utama turunnya harga tembakau basah. Karena kadar nikotin atau mingsri yang ada di daun tembakau ini turun banyak, sehingga mempengaruhi kualitasnya,” ujarnya, Selasa, 26 Agustus 2025.
Lantaran harga tembakau basah rendah, Sawal mengaku harus memutar otak agar hasil panennya bisa dijual dengan harga lebih tinggi. Salah satunya dijual dalam keadaan sudah kering dan dirajang.
“Itupun tergantung dari kualitas atau grade tembakaunya. Kalau bagus, ya bisa di harga Rp 75 ribu per bal, kalau tidak bagus bisa diangka Rp 25 sampai Rp 50 ribu per bal,” bebernya.
Pengeringan tembakau pun memerlukan beberapa waktu karena haru melalui proses sortir, menjemur, baru dirajang. Selain itu kondisi cuaca juga sangat menentukan proses pengeringan tembakau.
“Jemurnya yang baik itu harus kena sinar matahari langsung, sesudahnya dirajang, nanti dijemur lagi atau diangin-angin gitu. Ini akan membuat harganya akan sedikit naik, meski prosesnya cukup panjang, tapi kami masih bisa dapat harga yang lumayan sepadan,” terangnya.
Di sisi lain ia berharap pemerintah dapat memberikan bantuan kepada petani tembakau untuk memangkas biaya produksi sehingga beban bisa dikurangi, misalnya bantuan pupuk.
Dia mengaku hingga kini belum ada bantuan dari pemerintah, khususnya bantuan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
“Kalau bisa rata gitu, jadi semua dapat sehingga bisa meringankan beban kami ini sebagai petani tembakau dan sayur. Bantuan pupuk saja, itu sudah berarti bagi kami. Apalagi bantuan lainnya,” terang Sawal.
Sebelumnya Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengatakan bahwa sampai saat ini masih ada petani-petani tembakau yang mengantre untuk mendapatkan pembeli tembakau.
“Maka dari itu, dengan turunnya harga tembakau di Kabupaten Semarang ini, kami Pemda Kabupaten Semarang melakukan berbagai upaya untuk membantu para petani tembakau yang sedang mengalami kesusahan itu,” jelasnya.
Bantuan yang dimaksud oleh Bupati Semarang ini, ialah seperti pemberian bantuan pupuk dan juga pemberian bantuan-bantuan benih, baik itu benih tembakau maupun benih sayuran.
“Harapan kita, misal jika diberi bantuan benih sayuran, setelah masa panen tembakau, lahannya bisa ditanami benih sayuran. Karena harga jual tembakau masih turun, maka semoga bisa terbantu dengan harga jual sayuran, makanya kami beri bantuan benih sayuran yang berkualitas supaya hasil panennya bisa menutup turunnya harga tembakau itu, kemudian bantuan lainnya ada alsintan, dan pupuk,” tuturnya.
Jurnalis: Hesty Imaniar
Editor: Ulfa































