Demak (lingkarjateng.id) – Bulan suci ramadan di Masjid Agung Demak semakin semarak dengan adanya program Pesantren bagi Lansia, yang rutin diselenggarakan pihak takmir masjid setempat.
Program khusus bagi jamaah yang telah memasuki usia senja (lansia) untuk memperdalam ibadah dan ilmu agama. Diketahui, program Pesantren Lansia di Masjid Agung Demak sudah berjalan lebih dari 10 tahun dan selalu menarik perhatian para lansia dari berbagai daerah.
Bagi mereka, Ramadan menjadi momen istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus mengisi hari-hari dengan kegiatan spiritual yang bermakna.
Salah satu santri lansia asal Jambi, Untoro (68) mengungkapkan, rela menempuh perjalanan bus selama dua malam satu hari demi bisa ‘nyantri’ dan menjejakkan kaki di Masjid Agung Demak. Awal kali mengetahui adanya pesantren Lansia ini, ia dapatkan dari seorang temannya.
Kemudian memutuskan ikut untuk mewujudkan cita-cita masa kecilnya yaitu belajar mengaji di pondok pesantren. “Dulu belum sempat mengaji waktu kecil. Sekarang, sudah tua begini, ingin juga ikut mengaji di pondok,” kata Untoro.
Selama beberapa hari mengikuti pesantren, Untoro mengaku senang bukan hanya karena mendapat ilmu agama, tetapi juga karena bisa berkenalan dengan santri lain dari berbagai daerah.
“Alhamdulillah senang. Banyak bisa mengikuti acara yang sudah dijadwalkan di sini, dan bertemu saudara baru dari Jawa Barat, Samarinda, dan lain-lain,” ujarnya.
Lurah Pondok, Zaenuri, menyampaikan bahwa pada Ramadan 2026 ini, sebanyak 135 santri lansia mengikuti program tersebut. Mereka terdiri dari 30 laki-laki dan 105 perempuan, termasuk 35 peserta yang datang dari luar Kabupaten Demak, bahkan dari luar Pulau Jawa.
“Tahun ini ada 135 santri. Sebenarnya yang mendaftar lebih banyak, tapi kami hanya bisa menerima sebanyak itu karena keterbatasan tempat,” kata Zaenuri.
Setiap harinya, para santri mengikuti berbagai aktivitas keagamaan sejak pukul 03.00 WIB hingga 22.00 WIB.
Kegiatan dimulai dengan ziarah dan tahlil bersama, salat berjamaah, sahur bersama, kultum, semaan Al-Qur’an, pengajian kitab, hadits, dan tafsir. Sore harinya dilanjutkan buka bersama, salat tarawih, hingga tadarus malam.
“Pesantren ini memberikan kesempatan bagi lansia untuk memperdalam ibadah dan ilmu agama di bulan Ramadan dengan nyaman dan aman,” ujarnya.
Selain kegiatan keagamaan, seluruh fasilitas disediakan tanpa biaya. Para santri mendapatkan kamar tidur ber-AC, menu sahur dan berbuka, serta bimbingan agama lengkap selama mengikuti pesantren.***
Jurnalis : Burhan Aslan
Editor : Fian






























