GROBOGAN, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan menjajaki kerja sama internasional di bidang pengembangan Smart City dengan menerima kunjungan tiga perwakilan Beomho Teknologi Service (BTS), perusahaan asal Korea Selatan, Rabu, 4 Februari 2026.
Tiga perwakilan BTS yang datang terdiri atas direktur perusahaan, ahli teknologi informasi, dan pakar lalu lintas. Kunjungan ini merupakan bagian dari penjajakan awal pengembangan Smart City, khususnya pada sektor penanganan masalah lalu lintas di Kabupaten Grobogan.
Kepala Bidang Infrastruktur Kewilayahan, Perekonomian, dan SDA Bapperida Grobogan, Candra Yulian Pasha, mengatakan kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari program globalisasi teknologi Smart City Pemerintah Korea Selatan melalui skema hibah K-City Global Network.
“Ini tindak lanjut program globalisasi teknologi Smart City dari Pemerintah Korea Selatan melalui skema K-City Global Network. Grobogan termasuk daerah yang dianggap serius mengembangkan kota cerdas,” ujar Candra.
Ia menjelaskan, meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu alasan utama Grobogan membuka peluang kolaborasi internasional. Sejumlah titik rawan kecelakaan atau blackspot dinilai membutuhkan penanganan yang lebih komprehensif.
“Kami mengusulkan Smart Traffic Safety karena itu kebutuhan paling mendesak. Masalah lalu lintas tidak bisa lagi diselesaikan hanya dengan rambu manual atau penindakan konvensional,” tegas Candra.
Ia menjelaskan, teknologi yang ditawarkan dalam kerja sama ini meliputi sistem pemantauan lalu lintas berbasis data, analisis kecelakaan secara real-time, serta rekayasa lalu lintas dengan dukungan kecerdasan buatan.
Sebelum kunjungan langsung ke Grobogan, kedua pihak telah melakukan sejumlah pertemuan daring untuk membahas konsep dan fokus program. Selama berada di Grobogan, tim BTS dijadwalkan melakukan peninjauan lapangan selama tiga hari guna memvalidasi aspek teknis.
“Mereka mengecek langsung titik-titik rawan kecelakaan, bukan sekadar melihat peta. Tujuannya mengurai penyebab kecelakaan secara teknis dan sistematis,” jelasnya.
Meski berasal dari skema hibah internasional, Candra menegaskan kerja sama tersebut dirancang sebagai program jangka panjang yang berorientasi pada keselamatan masyarakat.
“Ini investasi jangka panjang dalam keselamatan warga. Kalau berhasil, Grobogan bukan hanya penerima teknologi, tapi bisa jadi model penerapan Smart Traffic di daerah lain,” ujarnya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Rosyid


































