Demak (lingkarjateng.id) – Perbaikan tanggul jebol di Sungai Tuntang, Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terus dikebut. Pekerjaan yang telah berjalan dua hari ini ditargetkan selesai pada Jumat besok (20/2).
Diketahui bahwa, tanggul tersebut mengalami jebol pada Senin (16/2) karena tidak kuat menahan debit air di Sungai Tuntang yang cukup tinggi. Hari ini Kamis, (19/2) terlihat sejumlah alat berat terus beroperasi untuk melakukan mempercepat proses penutupan tanggul.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OPSDA) 4 BBWS Pemali Juana, Heri Santoso, mengatakan perbaikan tanggul sepanjang kurang lebih 50 meter itu ditargetkan rampung dalam tiga hari.
“Ini hari Kamis sudah masuk hari kedua, dari target kami tiga hari untuk penutupan tanggul. Metode kerjanya masih sama, kini kami fokus pada penutupan tanggul dengan lima unit excavator dan satu dozer,” ujarnya, Kamis (19/2).
Pada hari pertama, ada dua fokus penanganan sekaligus, yakni penutupan tanggul dan pembukaan alur saluran irigasi. Saat ini, saluran irigasi telah kembali mengalir normal sehingga layanan irigasi di wilayah hilir terpenuhi dan genangan di rumah warga serta lahan pertanian mulai surut.
Menurut Heri, sebelum proses penutupan dilakukan, pihaknya terlebih dahulu membersihkan dan mengeringkan lokasi karena banyaknya genangan yang menghambat kinerja alat berat.
Selanjutnya dilakukan pemancangan bambu dan glugu pada tubuh tanggul, kemudian dilakukan perataan (leveling) untuk menutup tanggul yang jebol.
“Saat ini tinggal menaikkan dan merapikan. Untuk sementara setinggi tanggul eksisting dulu, kemudian akan kami tambahkan sekitar setengah hingga satu meter karena biasanya terjadi penurunan akibat material baru yang masih membutuhkan konsolidasi,” jelasnya.
Setelah penutupan dan perapian selesai, pihaknya akan menunggu sekitar satu minggu untuk proses konsolidasi tanah. Setelah itu, akan dipasang pagar bronjong guna memperkuat struktur tanggul.
“Kalau langsung dipasang bronjong, dikhawatirkan masih terjadi penurunan tanah sehingga konstruksi menjadi tidak rapi dan kurang kuat,” katanya.
Pagar bronjong direncanakan akan dipasang sepanjang minimal 60 meter, termasuk tambahan sayap pengunci sekitar lima meter di sisi kanan dan kiri titik tanggul yang jebol. Percepatan perbaikan ini, diharapkan meminimalisir risiko banjir susulan dan aktivitas warga normal.***
Jurnalis : Burhan
Editor : Fian




























