SALATIGA, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga berkomitmen mempertahankan predikat sebagai kota tertoleran nomor satu di Indonesia. Pemkot telah menyiapkan strategi dan berbagai upaya untuk mempertahan predikat tersebut.
Wali Kota Salatiga Robby Hernawan menyatakan Pemkot Salatiga akan terus membuka ruang partisipasi publik dalam menjaga toleransi, mulai dari forum diskusi terbuka, sosialisasi di sekolah, hingga pemantauan isu-isu sensitif di media sosial.
“Kita harus proaktif. Jangan menunggu masalah muncul, tapi cegah sejak dini,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Rabu, 13 Agustus 2025.
Wali Kota juga menekankan pentingnya membentengi masyarakat dari provokasi isu SARA dan kabar bohong yang berpotensi memecah belah.
Menurutnya langkah tersebut dilakukan agar masyarakat tidak mudah terhasut oleh isu SARA atau informasi yang tidak benar yang bisa merusak persatuan dan kerukunan warga.
“Dengan sinergi pemerintah, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat, kita buktikan bahwa toleransi adalah identitas Salatiga,” ujarnya.
Sementara itu Kabag Kesra Setda Salatiga, Jumiarto, mengungkapkan salah satu kunci strategi untuk mempertahankan predikat kota toleran adalah memperkuat peran tokoh agama sebagai jembatan komunikasi antar umat beragama.
“Selain dialog rutin, kami juga mendorong kolaborasi lintas agama dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan kebudayaan,” ucapnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa































