SALATIGA, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga terus mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan dengan berbagai strategi promosi dan peningkatan infrastruktur.
Strategi utama yang dilakukan yakni melalui promosi media sosial, kegiatan travel mart, travel mission, dan sales mission ke berbagai kota lain.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Salatiga, Henni Mulyani mengatakan, Salatiga memiliki potensi kuliner heritage yang beragam dan menarik. Potensi tersebut merupakan daya tarik utama dibandingkan daerah lain di sekitar.
“Selain kuliner, budaya dan tradisi lokal juga dinilai menjadi penguat daya tarik wisata. Budaya dan tradisi adalah identitas daerah. Tampilan budaya membuat wisatawan tertarik, mulai dari tarian tradisional, upacara adat, kuliner tradisional, hingga jelajah sejarah dan cagar budaya,” ujarnya, Rabu, 20 Agustus 2025.
Menurutnya, sejumlah agenda tahunan juga rutin digelar untuk mendongkrak kunjungan wisatawan, seperti Festival SiTalang dan Festival Wisata Salatiga di Kampung Singkong. Meski demikian, Pemkot Salatiga masih menghadapi tantangan.
“Tantangan terbesar saat ini adalah destinasi wisata buatan dan alam yang masih terbatas,” terangnya.
Sebagai upaya penguatan, kata Henni, Pemkot Salatiga melakukan pemeliharaan fasilitas di beberapa destinasi seperti Kolam Renang Kalitaman dan Taman Wisata Sejarah Salatiga.
“Untuk promosi ke kancah nasional hingga internasional, dilakukan melalui pameran, media sosial, dan paket wisata yang dikemas dalam berbagai event,” tandasnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Sekar S































