PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kota Pekalongan berhasil memanfaatkan lahan eks rob sebagai sawah produktif.
Pemanfaatan lahan eks rob itu berkolaborasi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal, Kementerian Pertanian melalui BRMP Biogen, TNI Kodim 0710/Pekalongan, serta Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) setempat.
“Maka, kita wajib melaksanakan program ketahanan pangan ini. Karena lahan eks rob ini sangat rumit dan banyak permasalahannya, Pemkot Pekalongan melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Balgis usai membuka kegiatan Capacity Building Perluasan Remediasi Lahan Pertanian di Hotel Howard Johnson, Senin, 25 Agustus 2025.
Dari uji coba awal di Kelurahan Degayu, program ini berkembang pesat. Kepala KPw BI Tegal, Bimala, menyebut hasil panen padi varietas Biosalin I dan II mampu mencapai 4,2–6 ton per hektar.
“Alhamdulillah, keberhasilan panen padi biosalin di Kota Pekalongan bisa ditularkan ke wilayah lain di sepanjang Pantura maupun eks karesidenan Pekalongan,” ungkapnya.
Data Dinperpa mencatat, dari total 721 hektare sawah di Pekalongan, terdapat potensi 95 hektare lahan eks rob di Kelurahan Krapyak dan Degayu yang bisa diremediasi.
“Alhamdulillah, dari demplot 1,3 hektar kini sudah mencapai 40 hektar,” terang Kepala Dinperpa Kota Pekalongan, Lili Sulistyowati.
Dukungan juga datang dari BRMP Biogen Kementan Bogor. Kepala BRMP Biogen, Arif Surahman, menjelaskan secara nasional terdapat sekitar 400 ribu hektar lahan terdampak intrusi salin yang bisa dipulihkan.
“Dengan teknologi Padi Biosalin I dan II, lahan tersebut bisa kembali produktif. Di Kota Pekalongan, potensi ini luar biasa karena lahan eks rob yang selama 8 tahun tidak produktif kini bisa ditanami lagi,” tegasnya.
Menurut Arif, keberhasilan Pekalongan memanfaatkan lahan eks rob menjadi inspirasi bagi wilayah pesisir lain.
“Program ini sekaligus membuktikan bahwa dengan kolaborasi pemerintah, lembaga keuangan, peneliti, dan masyarakat, permasalahan lingkungan bisa diubah menjadi peluang ekonomi dan ketahanan pangan,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Ulfa
































