REMBANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang tengah mendalami penyebab keracunan massal yang menimpa 173 siswa di SMPN 1 Kragan yang diduga karena makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Bupati Rembang sekaligus Ketua Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG, M. Hanies Cholil Barro’, mengatakan bahwa pihaknya hingga kini belum dapat dipastikan makanan MBG sebagai sumber keracunan.
Menurutnya, penyebab keracunan tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium yang diperkirakan keluar dalam waktu 10-14 hari ke depan.
“Hasil lab masih 10-14 hari lagi, menunggu hasil dari KLB (kejadian luar biasa) kemarin. Jadi kita belum bisa memastikan bahwa kejadian ini ditengarai dari makanan MBG,” jelas Wakil Bupati Rembang yang akrab disapa Gus Hanies pada Kamis, 25 September 2025.
Gus Hanies mengungkapkan, dari total 173 siswa yang terdampak, sebanyak 13 anak sempat dirawat inap di Puskesmas Kragan, sementara sisanya menjalani rawat jalan.
Ia menyebut beberapa siswa bahkan sudah merasakan gejala sejak malam sebelum kejadian, namun kondisi mereka sudah membaik keesokan harinya.
Diduga Keracunan MBG, Ratusan Siswa di Kragan Rembang Dilarikan ke Puskesmas
“Ketahanan tubuh anak berbeda-beda, jadi ada yang langsung sembuh di pagi harinya,” ujarnya.
Berdasarkan hasil asesmen awal, hanya SMPN 1 Kragan yang terindikasi mengalami kasus keracunan massal. Sekolah lain yang juga menerima MBG seperti SD, PAUD, hingga SMA sederajat dinyatakan aman.
Sebelumnya, Kepala SMPN 1 Kragan, Dahlan Slamet mengungkapkan bahwa makanan MBG dibagikan kepada siswa pada Selasa, 23 September 2025, sekitar pukul 12.40 WIB. Menu hari itu terdiri dari mie ayam, tahu rebus, sawi, dan buah melon.
“MBG dibagikan jam 12.40 WIB, jadi dugaan sementara berasal dari MBG Selasa kemarin karena Rabu belum ada pembagian,” terang Dahlan.
Dugaan ini juga diperkuat oleh laporan sejumlah siswa yang mengalami gejala serupa seperti mual dan sakit perut, sehari setelah mengonsumsi makanan MBG.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Rosyid






























