PATI, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati merencanakan revitalisasi kawasan Jalan Sudirman dengan anggaran Rp20 Miliar pada tahun anggaran 2026. Lantas apakah rencana tersebut termasuk menertibkan parkir tepi jalan?
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pati Tony Romas menerangkan tidak akan memindahkan areal parkir di sepanjang Jalan Sudirman yang selama ini dikeluhkan pengguna jalan.
Tony mengakui di sepanjang jalan barat Alun-Alun Simpang Lima Pati tampak semrawut karena badan jalan menjadi tempat parkir kendaraan roda empat dan roda dua di sisi kiri sehingga menghalangi arus lalu lintas.
“Itu nanti (revitalisasi) hanya mempercantik kawasan seperti Jogja. Jadi nanti ada taman dan tempat duduk. Kalau parkir mungkin masih sama seperti ini,” ungkapnya, Senin, 2 Februari 2026.
Dia mengatakan keterbatasan lahan parkir mempersempit ruang jalan sehingga lalu lintas terdampak. Kondisi ini pun kerap dikeluhkan masyarakat.
Warga Desa Payang, Noor, mengaku pernah kesal karena akses Jalan Sudirman yang penuh kendaraan. Apalagi ia setiap hari harus melintasi jalan tersebut untuk bekerja.
“Ya pernah merasakan macet. Kadang kesal karena manusiawi, karena parkirnya di pinggir jalan plus penjual kaki lima (PKL) yang mangkal di situ. Susah kalau mau nyebrang, dan kalau misal pas keluar jadi lama di jalannya,” tuturnya.
Keadaan yang demikian berdampak pada keterlambatan jam masuk kantor dan memperlambat lalu lintas.
“Biasanya macet terjadi saat jam pulang sekolah atau jam istirahat sekolah. Apalagi pas pukul 12.00 WIB saat jam istirahat sering kena dampak macetnya. Paling ramai di depan SDN Pati Kidul 01 dan SMPN 5 Pati,” imbuhnya.
Selain karena kendaraan yang parkir di tepi jalan, menurutnya PKL yang berjualan di pinggir jalan itu juga memperparah kemacetan utamanya saat sedang banyak pembeli di jam-jam tertentu.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Ulfa






























