KUDUS, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten Kudus memastikan pelaksanaan Festival Dandangan 2026 yang berlangsung selama 12 hari berjalan tertib dan bersih. Upaya pengelolaan sampah dalam tradisi penyambutan bulan suci Ramadhan tersebut melibatkan kolaborasi lintas pihak, mulai dari perusahaan swasta hingga kalangan mahasiswa.
Festival Dandangan 2026 diikuti lebih dari 500 lapak pedagang dan menjadi salah satu agenda budaya tahunan yang turut menggerakkan perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, aspek kebersihan dan kenyamanan menjadi perhatian utama Pemkab Kudus dalam penyelenggaraannya.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menegaskan bahwa kebersihan lingkungan menjadi faktor penting agar Tradisi Dandangan tetap diminati masyarakat serta memberi dampak positif bagi pelaku usaha.
“Kami ingin memastikan area kegiatan tetap bersih sehingga masyarakat dapat menikmati Dandangan dengan aman dan nyaman,” ujarnya saat meninjau kawasan tradisi Dandangan di sepanjang Jalan Sunan Kudus, Selasa, 10 Februari 2026.
Dalam mendukung pengelolaan sampah, Sam’ani mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Djarum Foundation. Sebanyak 20 titik tempat sampah terpilah disiapkan dan ditempatkan di lokasi-lokasi strategis sepanjang area festival.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kudus, kami mengucapkan terima kasih kepada Djarum Foundation atas dukungan dan kepeduliannya dalam pengelolaan sampah selama pelaksanaan Festival Dandangan 2026, sehingga kegiatan ini dapat berjalan lebih bersih dan ramah lingkungan,” katanya.
Selain menggandeng pihak swasta, Pemkab Kudus juga melibatkan mahasiswa dalam upaya edukasi kebersihan.
Sebanyak 20 mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) dan Universitas Muria Kudus (UMK) yang tergabung dalam gerakan ‘Kudus Asik’ diterjunkan langsung ke lapangan sebagai duta edukasi pemilahan sampah.
“Kami juga melibatkan generasi muda sebagai duta edukasi untuk mengajak pengunjung memilah sampah. Ini bagian dari upaya membangun kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab semua pihak,” imbuhnya.
Melalui kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, Sam’ani berharap Festival Dandangan 2026 dapat menjadi contoh penyelenggaraan event budaya yang bersih, tertib, dan berkelanjutan, tanpa mengurangi dampak ekonomi bagi masyarakat Kudus.
Sementara itu, Managing Director Acara Dandangan, Anjas Pramono, mengatakan panitia juga menurunkan 54 petugas kebersihan untuk mendukung pengelolaan sampah selama acara berlangsung.
“Baru kali ini dalam acara tradisi Dandangan melibatkan berbagai pihak untuk pengelolaan sampahnya, termasuk menggandeng pihak swasta dan mahasiswa. Karena pengelolaan sampah dan kebersihan selama acara Tradisi Dandangan tahun ini ikut menjadi prioritas perhatian kami,” ungkapnya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus S.
Editor: Rosyid

































