JEPARA, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara turut mewujudkan Gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik, indah) melalui aksi bersih sampah pada peringatan hari peduli sampah nasional (HPSN), Selasa, 24 Februari 2026.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo (Mas Wiwit), menegaskan bahwa peringatan HPSN bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan gerakan kolektif yang harus diikuti dengan langkah konkret.
“Kegiatan ini menjadi gerakan bersama untuk menjawab persoalan nyata yang kita hadapi setiap hari, yaitu sampah,” katanya.
Sebagai komitmen menangani masalah sampah, kata Mas Wiwit, Pemkab Jepara telah 14 unit Tempat Pengelolaan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) pada 2023-2024. Kapasitas pengolahan sampah menjadi kompos dan bahan baku daur ulang juga ditingkatkan hingga lebih dari 28 ribu ton per tahun.
Selain memanfaatkan teknologi, Mas Wiwit menilai penyelesaian persoalan sampah juga haus dibarengi perubahan perilaku masyarakat
“Kunci utama bukan hanya di hilir, tetapi justru di hulu, yakni dari rumah tangga masing-masing,” ujarnya.
Oleh karena itu pihaknya mengajak sekolah memperkuat edukasi lingkungan, desa dan kelurahan mengaktifkan bank sampah, dunia usaha bertanggung jawab atas kemasan produknya, serta komunitas sebagi penggerak gerakan peduli lingkungan.

Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Ulfa





























