JEPARA, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menambah alokasi anggaran infrastruktur pada 2026 sebagai bagian dari percepatan pembangunan di tahun kedua kepemimpinan Bupati Witiarso Utomo (Mas Wiwit) dan Wakil Bupati M. Ibnu Hajar (Gus Hajar). Fokus kebijakan diarahkan pada peningkatan kualitas jalan dan pemerataan akses antarkawasan.
Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jepara, sepanjang 2025 anggaran sebesar Rp139,6 miliar telah digunakan untuk penanganan 421,84 kilometer jalan di 146 ruas.
Dari total tersebut, 355 kilometer merupakan pemeliharaan rutin dan berkala, sedangkan 66,84 kilometer berupa peningkatan kualitas jalan.
Memasuki 2026, Pemkab Jepara menyiapkan anggaran lebih besar, yakni Rp197,16 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk menangani 185 kilometer jalan yang tersebar di 116 ruas, dengan prioritas jalur penghubung sentra ekonomi, kawasan pendidikan, serta akses pertanian dan perikanan.
“Kebijakan peningkatan anggaran ini merupakan bagian dari strategi menjaga kesinambungan pembangunan,” kata Mas Wiwit.
Ia menegaskan, infrastruktur jalan memiliki peran vital dalam mendukung mobilitas masyarakat serta kelancaran distribusi barang dan jasa.
“Selain mengandalkan APBD, kami juga memperkuat komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pusat guna menyinergikan dukungan pendanaan,” imbuhnya.
Pemkab Jepara juga melakukan efisiensi belanja daerah sebesar Rp41,34 miliar untuk mengalihkan anggaran ke sektor prioritas, khususnya infrastruktur dasar.
Dari sisi fiskal, kapasitas keuangan daerah disebut semakin menguat seiring pertumbuhan ekonomi Jepara yang meningkat secara cumulative to cumulative (c to c) dari 4,22 persen pada 2024 menjadi 5,91 persen pada 2025.
“Kenaikan ini tentunya memberi ruang lebih luas bagi pembiayaan pembangunan,” terangnya.
Selain pembangunan jalan, Pemkab Jepara turut memperkuat infrastruktur pendukung. Sepanjang 2025, penanganan jaringan irigasi mencapai 64,47 kilometer.
Sementara itu, rehabilitasi dan pembangunan penerangan jalan umum (PJU) direalisasikan sebanyak 757 unit guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat.
“Kami ingin manfaat pembangunan benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat, baik untuk mobilitas harian maupun distribusi barang dan jasa,” pungkasnya.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Rosyid






























