GROBOGAN, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten Grobogan mematangkan persiapan meraih target predikat Kabupaten Sehat tingkat nasional.
Adapun saat ini Grobogan menyandang predikat Swasti Saba Padapa yang diraih pada 2023, dan menargetkan menuju Swasti Saba Wiwerda.
“Secara garis besar, dari rekap penilaian mandiri dan provinsi, kita perlu mencermati betul indikator dari masing-masing tatanan agar dimaksimalkan lagi,” kata Sekda Grobogan Anang Armunanto dalam rapat finalisasi persiapan verifikasi lanjutan Kabupaten Sehat, Senin, 11 Agustus 2025.
Anang menekankan bahwa untuk mencapai penilaian Swasti Saba Wiwerda harus memenuhi indikator yang ditentukan. Namun, menurutnya hal ini bukan masalah capaian angka melainkan komitmen pemerintah.
“Kita harus benar-benar punya komitmen untuk mempertahankan Padapa, tetapi juga punya keinginan untuk sampai Wiwerda, lebih-lebih Wistara,” tegasnya.
Penilaian kabupaten/kota sehat telah diatur dalam Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan Nomor 34 Tahun 2005 dan Nomor 1138/Menkes/PB/VIII/2005. Ada Sembilan tatanan penilaian yang meliputi, kehidupan masyarakat sehat dan mandiri; permukiman dan fasilitas umum; pendidikan; pasar; pariwisata; transportasi dan tertib lalu lintas; perkantoran dan Perindustrian; perlindungan sosial; pencegahan dan penanganan bencana.
Sementara itu Wakil Bupati Sugeng Prasetyo menggarisbawahi bahwa target Kabupaten Sehat 2025 bukan sekadar mengejar predikat.
“Ini bukan hanya soal plakat atau piagam. Lebih penting, kita memastikan Grobogan menjadi tempat tinggal yang sehat, aman, dan nyaman. Penghargaan hanyalah bonus dari kerja bersama,” ujarnya.
Tantangan yang dihadapi, kata Wabup Grobogan, diantaranya pengelolaan sampah di tingkat desa, peningkatan fasilitas kesehatan primer, serta penataan lalu lintas di pusat kota.
Menurutnya, capaian Swasti Saba Padapa 2023 memberi modal kepercayaan diri, tetapi juga membuka ruang ekspektasi publik.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa

































