BLORA, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora pada tahun 2026 ini tidak mengalokasikan anggaran untuk perbaikan sarana dan prasarana (sarpras) satuan pendidikan atau sekolah. Padahal, pada tahun 2025 lalu, anggaran perbaikan satuan pendidikan mencapai Rp20 miliar.
Kabid Sarpras Dinas Pendidikan, Sandi Tresna Hadi, mengatakan pihaknya sempat mengalokasikan anggaran perbaikan untuk tiga satuan pendidikan.
Namun, anggaran tersebut ditahan karena tiga sekolah tersebut juga diajukan dalam program revitalisasi tahun 2026.
“Sementara nol, untuk tahun ini sebenarnya sudah dianggarkan Rp800 juta, untuk perbaikan 3 satuan pendidikan,” terang Sandi, Kamis, 12 Maret 2026.
“Kalau nanti masuk ke program revitalisasi tahun ini ya tidak dicairkan. Tapi kalau sekolah tersebut tidak masuk bisa dicairkan,” sambungnya.
Ia berharap daftar nama sekolah yang masuk program revitalisasi sudah diumumkan setelah lebaran.
Lebih lanjut, Sandi menyebut tahun ini pihaknya belum berencana mengusulkan dana perbaikan pada anggaran perubahan.
“Anggaran murni kan nol, untuk perubahan juga belum ada rencana pengusulan. Tapi kalau ada instruksi dari pimpinan akan diusulkan,” katanya.
Ia menjelaskan pada tahun anggaran 2025 lalu pihaknya mengalokasikan sekitar Rp20 miliar yang ditujukan untuk perbaikan 131 satuan pendidikan.
“Rp20 miliar itu 90 persen-nya Pokir (pokok pikiran) anggota DPRD. Jadi juga mencangkup sekolah swasta,” terangnya.
Untuk satuan pendidikan swasta sendiri, sambung sandi, masuknya dalam anggaran hibah dengan total anggaran Rp4,167 Miliar untuk 28 satuan pendidikan.
“Untuk hibah ke sekolah swasta tahun 2025 itu Rp4,1 miliar, itu dari anggaran murni, yang APBD perubahan tidak ada,” ujar Sandi.
Ia mengatakan jumlah 28 satuan pendidikan swasta tersebut dengan rincian 6 sekolah SD/MI, lalu 5 SMP/MTs, dan 17 TK/Paud.
“Hibah tidak terbatas untuk SD atau SMP, namun juga lembaga di bawah naungan Kemenag,” tambahnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Rosyid





























