KENDAL, Lingkarjateng.id – Kenaikan harga sembako membuat pemilik warung makan di Kabupaten Kendal mengeluh.
Warung makan yang biasa berjualan di depan Kantor Pos Kendal, menjadi salah satu usaha yang terdampak kenaikan harga sembako.
Indah (34) pemilik warung makan tersebut mengeluhkan harga sembako di pasar yang masih tinggi.
Ia mengungkapkan, semula harga beras merek Mentik Wangi sebesar Rp12.500 per kilogram namun sekarang harga beras itu naik menjadi Rp14.000 per kilogram.
Selain itu, harga gula pasir sebelumnya Rp12.000 per kilogram sekarang mengalami kenaikan harga menjadi Rp16.000 per kilogram.
“Itu semua per kilo naik kok mas,” terang Indah kepada Lingkar, pada Selasa, 16 Januari 2024.
Selain itu, kata dia, kenaikan harga juga terjadi pada cabe merah, cabe galak, bawang merah, bawang putih, dan tomat.
Ia menjelaskan, harga cabe merah semula Rp35.000 per kilogram mengalami kenaikan menjadi Rp55.000 per kilogram.
Sedangkan harga cabe galak semula Rp35.000 per kilogram melonjak menjadi Rp60.000 per kilogram.
Selanjutnya, harga bawang merah semula Rp20.000 per kilogram sekarang menjadi Rp35.000 per kilogram. Bawang putih yang semula harganya Rp23.000 per kilogram sekarang menjadi Rp44.000 per kilogram. Tomat yang semula harganya Rp30.000 per kilogram mengalami kenaikan menjadi Rp40.000 per kilogram.
”Padahal (perayaan) Natal dan Tahun Baru 2024 sudah usai. Kenapa pemerintah belum juga turun tangan. Ya Allah saiki larang kabeh (sekarang semua mahal, red),” keluhnya.
Akibatnya, ia mengaku bingung jika harus menaikkan harga jual menu makanannya yaitu nasi ayam bakar satu porsi. Khawatir jika pelanggan warungnya berkurang.
Senada, Agus salah satu pelanggan warung makan itu mengaku bahwa ia memberi istrinya uang senilai Rp50.000 namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dapur.
“Apa mungkin karena Pilpres atau gimana, ya?. Istri saya tak kasih (ku beri, red) uang Rp50.000 pun tidak cukup untuk kebutuhan dapur. Saya berharap usai Pilpres harga sembako cepat turun,” kata Agus. (Lingkar Network | Robison – Koran Lingkar)





























