SEMARANG, Lingkarjateng.id – Pembentukan badan hukum untuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Jawa Tengah hampir rampung. Dari total sekitar 7.800 desa dan kelurahan, progres pembentukan telah mencapai 94 persen.
Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Tengah, Sudjarwanto Dwiatmoko, menyampaikan bahwa seluruh desa dan kelurahan telah melakukan musyawarah untuk mendirikan badan hukum kopdes.
“Semua desa sudah siap, ada 7.800 desa yang sudah rembugan. Persentase pembentukan badan hukum sudah mencapai 94 persen dan kami optimistis akan selesai,” ungkapnya.
Sedangkan pengoperasian Kopdes Merah Putih akan diresmikan Presiden RI pada 19 Juli 2025 di Kabupaten Klaten.
“Di Klaten akan di-launching Kopdes Merah Putih khusus di bidang pangan dan sarana pertanian, agar masyarakat luas bisa melihat langsung tata kelola usahanya,” terangnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Koperasi dan UMKM (Dinkop UMKM) juga telah memberikan berbagai pelatihan kepada para pengurus kopdes di seluruh kabupaten/kota. Pelatihan ini meliputi manajemen bisnis dan kemitraan dengan berbagai lembaga seperti Bulog, Pertamina, dan lembaga keuangan.
“Modal kopdes memang disediakan kemudahan, tapi bukan bantuan hibah. Maka mereka perlu diajari dulu bagaimana mengelola bisnis yang rasional dan konkret agar pembiayaannya juga lebih mudah. Warga desa menjadi pemilik sekaligus anggota koperasi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinkop UMKM Jateng, Edy Sulistyo Bramiyanto, menyatakan bahwa progres pembentukan badan hukum kopdes telah mencapai 99,6 persen dan diperkirakan akan selesai sepenuhnya hari ini. Ia juga menekankan bahwa sesuai arahan Kemenko Pangan, jumlah anggota kopdes minimal harus mencakup 50 persen dari total populasi warga desa.
“Misalnya jumlah penduduk desa 1.000 orang, maka setidaknya 500 harus menjadi anggota. Untuk memulai kegiatan bisnis kopdes, kami sudah menjalin kerja sama dengan PT Pertagas, Bulog, Bapenda, Bank Jateng, serta jaringan UMKM Berdikari,” terang Edy.
Ia berharap kemitraan ini dapat menjadi fondasi awal bagi kopdes untuk menjalankan unit-unit usaha secara mandiri dan profesional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa melalui model koperasi yang inklusif dan berdaya saing.
Jurnalis: Rizky Syahrul
Editor: Ulfa































