KUDUS, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus mengaku belum dapat memenuhi permintaan pedagang terkait pemasangan sekat antar los di bangunan baru Pasar Babe.
Permintaan tersebut sebelumnya disampaikan para pedagang agar aktivitas jual beli di pasar tersebut bisa lebih tertata. Namun, pemerintah daerah menyebut keterbatasan anggaran menjadi kendala utama.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko, mengatakan bahwa pada anggaran tahun 2026 tidak tersedia alokasi dana untuk pembangunan sekat antar los di Pasar Babe.
“Tidak ada anggaran (untuk membuat sekat),” ujar Eko, Sabtu, 14 Maret 2026.
Menurutnya, kondisi keuangan daerah saat ini terdampak pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Hal itu membuat sejumlah rencana pengeluaran, termasuk fasilitas tambahan di Pasar Babe, tidak dapat direalisasikan.
Pihaknya pun menyarankan agar para pedagang dapat menempati los yang telah dibangun sesuai kondisi saat ini. Jika ingin menambahkan sekat pembatas, pedagang dipersilakan membuatnya secara mandiri agar aktivitas perdagangan dapat segera berjalan normal.
Diketahui, Pemkab Kudus telah membangun kembali Pasar Babe setelah pasar tersebut mengalami kebakaran besar pada Juli 2024 yang menghanguskan seluruh los milik pedagang.
Pembangunan ulang pasar dilakukan dalam dua tahap selama 2024 hingga 2025 dengan total anggaran sekitar Rp2,8 miliar. Tahap pertama rampung pada akhir Desember 2024 dengan anggaran sekitar Rp1,3 miliar yang bersumber dari dana tidak terduga (TT) APBD Kudus 2024.
Selanjutnya, pembangunan tahap kedua dilanjutkan pada 2025 dengan pembangunan los serupa di sisi selatan pasar menggunakan anggaran sekitar Rp1,5 miliar dari APBD Kudus 2025.
Meski pembangunan pasar telah selesai pada Desember 2025, hingga kini sekitar 264 pedagang masih bertahan berjualan di lapak sementara.
Mereka belum bersedia pindah ke bangunan baru karena menunggu realisasi janji pemerintah daerah terkait pemasangan sekat antar los di pasar tersebut.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus S.
Editor: Rosyid






























