PATI, Lingkarjateng.id – Gelombang solidaritas wartawan di Kabupaten Pati mengalir untuk korban banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra. Sejak Sabtu petang, 6 Desember 2025, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Muria Raya bersama Astuti Foundation, Kodim 0718/Pati, dan Lazismu mendirikan posko donasi guna menghimpun bantuan.
Hingga Minggu siang, 7 Desember 2025, posko tersebut mencatat perolehan donasi lebih dari Rp20 juta, disertai berbagai kebutuhan pokok seperti beras, susu, serta perlengkapan bayi dan ibu.
Ketua IJTI Muria Raya, Iwhan Miftahudin, menyatakan aksi penggalangan dana ini digelar sebagai wujud kepedulian atas bencana banjir bandang yang merusak sebagian wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
“Kami membuka posko donasi untuk korban bencana alam yang ada di Sumatra. Sejak kita buka kemarin Alhamdulillah antusias warga cukup tinggi dan hingga siang ini untuk donasi sudah terkumpul Rp 20.176.500. Selain uang kita juga menerima donasi berupa beras, susu, perlengkapan bayi dan ibu-ibu,” ujarnya.
Melihat tingginya respons masyarakat, posko donasi akan tetap dibuka hingga Senin, 8 Desember 2025. Bantuan yang diterima tidak hanya berupa uang tunai, tetapi juga pakaian layak pakai, makanan, hingga obat-obatan.
Untuk mempercepat penyaluran, IJTI Muria Raya berkoordinasi dengan Kodim 0718/Pati yang akan mengirimkan donasi langsung ke Sumatra.
“Hasil donasi untuk pendistribusiannya akan dibantu Kodim 0718/Pati. Posko alam kita dirikan hingga Senin sore bareng nonton bareng timnas di videotron,” katanya.
Dukungan juga mengalir dari berbagai komunitas, salah satunya Yakuza Farm Pati.
Ketua Yakuza Farm Pati, Aris Sutiyono alias Nyaksu, mengungkapkan bahwa komunitasnya berhasil mengumpulkan sumbangan sekitar Rp5 juta.
“Kita seluruh anggota mengumpulkan dana untuk donasi, untuk nominalnya tidak seberapa hanya Rp5 juta,” kata Nyaksu.
Pihaknya berharap dana dan barang-barang bantuan yang terkumpul dapat meringankan beban warga terdampak banjir serta membantu mempercepat pemulihan di kawasan bencana.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Rosyid





























