KENDAL, Lingkarjateng.id – Pedagang Pasar Gladag Kaliwungu meminta untuk segera berjualan di los pasar yang sudah selesai dibangun. Hal tersebut dikarenakan, sejumlah pedagang Pasar Gladag selama ini menggelar dagangannya dipinggir jalan.
Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Gladag, Agus Munandar saat peresmian revitalisasi pasar Gladag Kaliwungu pada Rabu, 10 Januari 2023.
Dirinya mengatakan, sebelumnya para pedagang mengkhawatirkan dagangan mereka yang digelar di luar mengingat saat ini sudah musim hujan.
“Permintaan pedagang sudah disampaikan ke dinas dan diperbolehkan, namun menunggu surat permohonan untuk dipakai dulu. Katanya menunggu surat permohonan ke pusat, kalau pedagang tidak mempermasalahkan penempatan di los baru hanya persoalan ganti sewa saja yang masih dibahas,” ujar Agus.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kendal, Toni Ari Wibowo mengatakan, luas total Pasar Gladag 1.800 meter persegi dan yang dibangun 1.000 meter. Untuk anggaran revitalisasi Pasar Gladag bersumber dari bantuan pemerintah pusat sebesar Rp 3 miliar.
“Pasar Gladag ada 604 yang terbagi kios, los dan lesehan. Sementara ini los yang baru akan menampung 199 pedagang,” ujar Toni.
Sementara itu, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto berharap, Pasar Gladag ini bisa direvitalisasi secara keseluruhan.
“Karena mimpi saya itu semua pasar yang ada di Kendal itu kualitasnya sama dengan pasar yang ada di kecamatan Weleri yang baru saja selesai dikerjakan,” harapnya.
Dico berpesan kepada para pedagang, agar bersama-sama menjaga kebersihan pasar. Kesehatan para pedagang akan terjaga dan kualitas pasarnya juga semakin baik, sehingga pembeli semakin banyak.
“Mengingat Pasar adalah pusat pertumbuhan ekonomi, maka harapannya pertumbuhan perekonomian masyarakat di Kendal bisa lebih baik lagi,” pesan Dico. (Lingkar Network | Arvian Maulana – Lingkarjateng.id)





























