PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Pedagang antusias menempati Pasar Banjarasari baru yang resmi beroperasi pada Kamis, 25 September 2025. Sedangkan kan sebelumnya para pedagang menempati pasar darurat di Jalan Patiunus dan lapangan Sorogenen, Kota Pekalongan.
Kini para pedagang dapat menempati secara permanen kios, toko, maupun los dengan fasilitas lebih layak dan tertata.
Aktivitas perdagangan hari pertama tampak hidup, sejumlah pedagang kebutuhan pokok hingga bumbu dapur mulai berjualan, sementara sebagian pedagang non-pangan seperti pakaian dan batik tampak masih menata toko mereka.
Selvi, pedagang sembako, mengaku lega bisa kembali berjualan di lokasi permanen.
“Hari ini sudah pindah 100 persen, seneng banget. Gedungnya mantap luar biasa, penataannya bagus,” ujarnya.
Ia menyebut sekitar 80 persen pelanggannya sudah mengetahui lokasi barunya, sehingga penjualan tetap lancar.
Hal serupa dirasakan Elmi, pedagang ayam potong di Blok D. Menurutnya, gedung baru memberikan kenyamanan lebih, terutama akses bongkar muat barang. Meski begitu, ia menilai masih ada kendala.
“Di bawah masih banyak pedagang yang berjualan di luar gedung. Jalannya juga macet. Tapi saya optimistis ke depan makin ramai,” tuturnya.
Proses relokasi pedagang berlangsung sejak Juli lalu, diawali pengundian ruko pada 21–25 dan 28 Juli, lalu pembagian kunci pada 29 Juli. Setelah itu, pedagang mulai melakukan pembenahan lapak, dari pemasangan keramik hingga penataan rak dagangan.
Safa’ah, pedagang pakaian, menyampaikan kegembiraannya bisa kembali berdagang di lokasi representatif.
“Begitu kunci saya terima, langsung saya benahi. Hari ini alhamdulillah bisa mulai jualan lagi. Harapannya toko baru membawa rezeki baru,” ucapnya.
Sebelumnya Pasar Banjarsari mengalami kebakaran hebat pada 2018 silam. Peristiwa itu memaksa ratusan pedagang direlokasi ke pasar darurat hingga pembangunan gedung baru selesai dan resmi difungsikan setelah kurang lebih tujuh tahun.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Ulfa



























