REMBANG, Lingkarjateng.id – Proses pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Rembang masih berjalan di tempat. Hingga batas waktu pendaftaran, belum satu pun kandidat yang mendaftarkan diri sebagai calon ketua.
Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua KONI Rembang, Zaenal Arifin, mengungkapkan kondisi tersebut sedang didiskusikan oleh internal KONI.
Ia menyebut ketiadaan pendaftar membuat pihaknya perlu mengambil langkah lanjutan dengan meminta arahan langsung dari KONI Jawa Tengah (Jateng).
“Besok saya akan ke KONI Jawa Tengah untuk meminta petunjuk, apakah pendaftaran bisa dibuka kembali atau justru prosesnya akan diambil alih provinsi,” ujar Zaenal, Kamis, 5 Februari 2026.
Zaenal menegaskan posisinya hanya sebatas pelaksana tugas dan memastikan tidak akan mencalonkan diri sebagai Ketua KONI Rembang.
Menurutnya, keputusan tersebut didasari pertimbangan realistis, terutama terkait kesiapan pendanaan.
Ia mengakui, beban pembiayaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 menjadi tantangan besar bagi ketua KONI mendatang.
“Pendanaan Porprov itu tidak kecil. Saya merasa belum mampu mengakomodir kebutuhan sebesar itu,” katanya.
Selain itu, Zaenal juga mempertanyakan peluang penyelenggaraan Musyawarah Olahraga Kabupaten (musyorkab) sebelum dirinya memasuki masa nonaktif pada 2 Maret 2026.
Ia menyebut masih menunggu kepastian apakah musyorkab bisa digelar di tingkat kabupaten atau langsung ditangani oleh KONI Jawa Tengah.
Apabila mendapat lampu hijau dari KONI Jateng, Zaenal segera membentuk kembali tim yang akan menyaring calon serta membuka masa pendaftaran baru selama 14 hari.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Rosyid


































