JEPARA, Lingkarjateng.id – Program Bupati Ngantor di Desa kembali digelar Pemerintah Kabupaten Jepara di Desa Rajekwesi, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, pada Selasa, 27 Januari 2026. Meski hujan mengguyur sepanjang hari, agenda turun lapangan tetap berjalan untuk memastikan pelayanan dan pembangunan menyentuh langsung masyarakat desa.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo (Mas Wiwit) bersama Wakil Bupati, M. Ibnu Hajar (Gus Hajar) hadir bersama jajaran Forkopimda, dan jajaran perangkat daerah guna meninjau potensi wilayah sekaligus mendengarkan kebutuhan pembangunan masyarakat setempat.
Camat Mayong, Taufik, menyampaikan bahwa kegiatan kali ini difokuskan pada penguatan branding pariwisata Kecamatan Mayong dengan mengintegrasikan potensi wisata alam, religi, budaya, dan edukasi. Pengembangan tersebut melibatkan peran Bumdesma Bung Topan, pelaku industri kreatif, serta komunitas budaya lokal.
Potensi wisata yang dikembangkan meliputi kerajinan gerabah, wisata budaya Situs Ari-ari Kartini, Wisata Tengah Sawah (WTS) Ngeroto dengan konsep edukasi pertanian, river tubing, outbond, hingga wisata religi di kawasan Pancur yang mencakup Sendang Pancuran dan Makam Syekh Baladah.
“Semua potensi ini kami rancang menjadi satu paket wisata terintegrasi yang dapat menjangkau berbagai segmen wisatawan,” jelas Taufik.
Di sisi infrastruktur, Kepala DPUPR Jepara Hery Yulianto mengungkapkan bahwa pada 2026 sejumlah ruas jalan di Kecamatan Mayong masuk prioritas perbaikan. Total anggaran dialokasikan untuk beberapa ruas strategis, di antaranya Pendangpete-Buaran, Damarjati-Datar, Jebol-Datar, hingga Pancur-Rajekwesi.
Selain menggunakan APBD, Pemkab Jepara juga mengupayakan dukungan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) dari pemerintah pusat serta bantuan keuangan provinsi. Sementara untuk penanganan ringan, program klinik jalan dialokasikan sebesar Rp2 miliar.
Mas Wiwit menegaskan bahwa cuaca ekstrem tidak menghalangi komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Hujan tidak mengurangi semangat kami untuk hadir dan bekerja bersama masyarakat,” tegas Mas Wiwit.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Sekar S

































