Warga Grobogan Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Mandi Kos

EVAKUASI: Petugas kepolisian mengevakuasi korban yang tewas gantung diri di kamar mandi kos Banaran 3 RT 01 RW 22 Kelurahan/Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan pada Selasa, 15 Oktober 2022. (Muhamad Ansori/Lingkarjateng.id)

EVAKUASI: Petugas kepolisian mengevakuasi korban yang tewas gantung diri di kamar mandi kos Banaran 3 RT 01 RW 22 Kelurahan/Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan pada Selasa, 15 Oktober 2022. (Muhamad Ansori/Lingkarjateng.id)

GROBOGAN, Lingkarjateng.id – Warga di lingkungan Banaran 3 Rt 1 Rw 22 Kelurahan/Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan geger lantaran penemuan mayat gantung diri di kamar mandi kos.

Peristiwa penemuan mayat gantung diri ini sempat viral di media sosial. Sebuah video saat petugas melakukan evakuasi terekam oleh warga di lingkungan kos Banaran. Tampak korban dievakuasi dari lantai dua bangunan kos, sementara sejumlah warga menyaksikan di halaman dalam kondisi hujan.

Korban diketahui bernama Lasimin (53), warga Dusun Jingglengan, Desa Katekan, Kecamatan Brati, Grobogan ditemukan tewas gantung diri oleh adik korban sekira jam 12.15 WIB.

Saat itu, adik korban hendak bertemu Lasimin yang tinggal di kos Banaran. Sampai di kos, adik korban mengetuk-ngetuk pintu namun tak ada jawaban dari Lasimin. Ia kemudian berinisiatif memanggil tetangga kos.

Adik korban bersama tetangga kos akhirnya membuka pintu secara paksa. Namun, setelah dicek per ruangan Lasimin ditemukan berada di dalam kamar mandi dalam keadaan gantung diri.

Kejadian ini pun kemudian dilaporkan ke Polsek Purwodadi. Selanjutnya, tim inafis dari Polres Grobogan segera mengecek dan mengevakuasi Lasimin.

Jenazah Lasimin dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan dan otopsi. Sementara hasil medis menunjukkan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban dan dinyatakan murni meninggal karena gantung diri.

Meski demikian, Kapolsek Purwodadi AKP Sapto saat dikonfirmasi menyampaikan masih belum mengetahui motif korban melakukan gantung diri. Akan tetapi, korban diduga mengakhiri hidupnya karena masalah keluarga.

“Masih interogasi keluarganya, dugaan awal ada masalah keluarga dengan istrinya,” jelas AKP Sapto. (Lingkar Network | Muhamad Ansori – Koran Lingkar)