Triatlon The Rising Tide Tiba di Semarang, Ini Pesan Mereka

MENYAMBUT: Wakil walikota Semarang, Hevearita G Rahayubersama bersama Danlanal Semarang, Kolonel Marinir Hariyono Mastur sambut peserta Triatlon di Dermaga 2 Tanjung Emas Semarang pada Kamis, 4 Agustus 2022. (Adimungkas/Lingkarjateng.id)

MENYAMBUT: Wakil walikota Semarang, Hevearita G Rahayubersama bersama Danlanal Semarang, Kolonel Marinir Hariyono Mastur sambut peserta Triatlon di Dermaga 2 Tanjung Emas Semarang pada Kamis, 4 Agustus 2022. (Adimungkas/Lingkarjateng.id)

SEMARANG, Lingkarjateng.idWakil Walikota Semarang Hevearita G Rahayu bersama Danlanal Semarang menyambut peserta Triatlon di Dermaga 2 Tanjung Emas Semarang, Kamis, 4 Agustus 2022. Ia menyampaikan peserta triatlon pada kegiatan The Rising Tide oleh angkatan laut tersebut mengajak masyarakat dalam hal penanganan sampah.

“Penangan sampah guna mewujudkan lingkungan bersih dan menjaga bumi harus dilakukan oleh semua pihak,” ujarnya.

Pada lomba tiga cabang olahraga kali ini, peserta triatlon akan bersepeda sejauh 135 kilometer, berenang 5 kilometer, dan berlari kurang lebih 1.153 kilometer.

Puluhan peserta triatlon menapakkan kaki di dermaga 2 Tanjung Emas pada pukul 5 sore. Diawali satu anggota TNI yang datang diikuti oleh sejumlah relawan yang mengikuti dibelakangnya.

Peserta triatlon berangkat dari Denpasar, Bali pada 18 Juli lalu menuju Kota Semarang. Mereka menempuh perjalanan dari Denpasar menggunakan sepeda menuju pelabuhan Gilimanuk dilanjutkan berenang menyeberangi selat Bali. Perjalanan diteruskan dengan berlari dari Banyuwangi menuju kota Semarang.

Kedatangan peserta triatlon di Kota Semaang disambut sejumlah pejabat dari pemerintah kota dan provinsi serta dimeriahkan oleh sejumlah bazar UMKM dan kegiatan lainnya.

Yansah, salah satu peserta Triatlon The Rising Tide mengaku merasa senang dan semangat meski lelah usai menempuh perjalanan kurang lebih 600 kilometer. 

Ia menambahkan, perlombaan masih separuh jalan untuk menuju ke Monas Jakarta.

“Gerakan The Rising Tide dengan triatlon ini adalah gerakan akar rumput untuk mengajak masyarakat mengatasi permasalahan lingkungan,” ujarnya. 

Misi triatlon kali ini, lanjut Yansah, adalah membawa pesan kepada masyarakat Indonesia untuk menyelamatkan bumi dari sampah.

“Perjuangan menempuh 1.290 kilometer untuk menyuarakan hal itu. Kami juga tidak sendiri, TNI AL, IDI, Pemkot Semarang, Lanal Semarang serta masyarakat bergabung dan mendukung kami,” terangnya.

Sementara itu, komandan Lanal Kolonel Marinir Hariyono Masturi mengatakan bahwa selain mengajak masyarakat untuk peduli lingkungan, kegiatan ini sekaligus untuk menyambut HUT Republik Indonesia ke-77.

“Pesan itu juga akan dibawa ke sepanjang jalan oleh peserta triatlon yang akan menuju ke Jakarta dan finis di sana pada 17 Agustus. Gerakan ini juga untuk memperingati HUT RI ke-77,” tandasnya. (Lingkar Network | Adimungkas – Koran Lingkar)