SMK Peternakan Batang Dicanangkan Jadi Sentra Kewirausahaan Pemuda

MEMBERI PAKAN: Siswa SMK Peternakan Lembah Hijau memberikan pakan ternak. (Dok. Website Pemkab Batang/Lingkarjateng.id)

MEMBERI PAKAN: Siswa SMK Peternakan Lembah Hijau memberikan pakan ternak. (Dok. Website Pemkab Batang/Lingkarjateng.id)

BATANG, Lingkarjateng.id – Salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Batang didapuk sebagai sentra kewirausahaan pemuda. Yaitu SMK Peternakan Lembah Hijau di Kecamatan Reban yang membuka jurusan agribisnis secara ruminansia.

“Di SMK kita dicanangkan oleh Kemenpora di tahun 2019 itu sebagai sentra kewirausahaan pemuda,” ujar Kepala Sekolah SMK Peternakan Lembah Hijau, Dani Irawati, pada Rabu, 11 Januari 2023.

Jurusan agribisnis secara ruminansia pengolahan peternakan di sini yaitu dengan memilih hewan yang memiliki empat lambung seperti sapi, kambing, kerbau dan domba.

Dari hewan tersebut bisa diolah menjadi barang yang memiliki nilai jual. Contohnya es krim, yoghurt dan susu, sehingga dapat dipasarkan dengan didukung oleh Bank Indonesia Tegal.

Peluang kerja di sekolah cukup baik. Hal ini melihat dua alumni yang dikirim Jepang dan dua lagi ke New Zealand.

“Kendala yang dialami, memang siswa yang kita terima masih minim karena sekolah ini satu angkatan dan hanya bisa menerima 25 anak saja. Ke depan dari Kemendikbud meminta untuk ada penambahan kapasitas siswa,” sambungnya.

Dani menjelaskan bahwa jurusan agribisnis ini dipilih untuk memberdayakan pemuda. Hal ini berkaca pada banyaknya anak lulusan SLTP yang nganggur karena tak dapat melanjutkan ke jenjang selanjutnya.

“Sekolah ini sebenarnya adalah bentuk dari keprihatinan, karena banyak pelajar setelah lulus ternyata pada nganggur dan banyak anak lulusan SLTP yang tidak punya kesempatan untuk sekolah lagi karena biaya sekolah mahal,” terang Dani, pada  Rabu, 11 Januari 2023.

Lebih lanjut, siswa sekolah peternakan ini hanya perlu membayar Rp50.000 ribu per bulan. Namun itu berlaku bagi yang mampu. Siswa yang tidak mampu tidak perlu membayar dan sudah bisa tinggal di asrama yang telah disediakan.

“Konsepnya sendiri tidak seperti sekolah yang seperti pada umumnya, karena pendalaman karakter kemudian antara masukan dengan keluarannya itu harus luar biasa. Pembelajaran di sini yang pertama kali diberikan adalah pendidikan pendalaman karakter saat awal masuk selama tiga bulan,” jelasnya.

Sementara itu, Salah satu siswa SMK Peternakan Lembah Hijau, Irfan, menyampaikan bahwa hal pertama yang diajarkan di sekolah ini adalah untuk berperilaku sopan.

“Kemudian, pembelajaran untuk kelas 10 dan 11 berbeda, karena pada waktu kelas 10 masih mempelajari dasar kesehatan dan pemeliharaan hewan. Barulah masuk kelas 11 sudah mulai bervariasi yang tujuan untuk memahami pembibitan dan aneka ternak itu menjadi alasan saya masuk ke sekolah ini,” ungkapnya.

Di sini siswa diwajibkan merawat hewan yang ada lengkap dengan jadwal piket kepada masing-masing siswa. “Mulai dari mencari rumput, terus memberi makan, dan sampai kesehatan hewan,” ucapnya. (Lingkar Network | Lingkarjateng.id)

Exit mobile version